kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Anggota Komisi XI minta pemerintah antisipasi middle income trap


Kamis, 25 Juni 2020 / 15:21 WIB
ILUSTRASI. Bongkar muat di Terminal Peti Kemas (TPK) yang dikelola Pelindo 1.


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Golkar Puteri Anetta Komarudin mengatakan bahwa selain fokus pada pemulihan, pertumbuhan ekonomi 2021, pemerintah juga perlu lebih mengarahkan agar Indonesia dapat keluar dari perangkap pendapatan menengah (middle-income trap) demi mewujudkan visi Indonesia Maju 2045.

Puteri bilang, sedari tahun ini pemerintah perlu mengejar pemulihan ekonomi nasional dari dampak pandemi dengan menggunakan seluruh bauran kebijakan, agar tidak terlalu berat di tahun depan.

Baca Juga: Perbankan, konsumsi dan telko diprediksi punya peluang bagus di semester II-2020

Namun, menurutnya penting untuk diperhatikan bahwa pertumbuhan tersebut perlu lebih diarahkan agar juga dapat mengatasi tantangan pembangunan lainnya berupa middle income trap.

Indonesia dapat dikatakan masuk ke dalam kategori middle-income trap karena pendapatan per kapitanya cenderung stagnan di tingkat pendapatan menengah (US$ 1.000– US$ 12.000) dan belum mampu keluar dari tingkatan tersebut untuk menjadi negara maju.

Puteri menghimbau pemerintah masih harus bekerja ekstra keras untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi hingga level 7% agar memenuhi kategori sebagai negara maju.

Untuk mendukung cita-cita tersebut, Puteri mengatakan bahwa pemerintah harus menemukan struktur ekonomi yang ideal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang tidak lagi bergantung komoditas primer seperti migas.

Baca Juga: Jokowi: Krisis ekonomi global benar-benar nyata




TERBARU

[X]
×