kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 16.910   28,00   0,17%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Anggaran Riset Bakal Ditambah Menjadi Rp 12 Triliun Tahun Ini


Kamis, 15 Januari 2026 / 15:28 WIB
Anggaran Riset Bakal Ditambah Menjadi Rp 12 Triliun Tahun Ini
ILUSTRASI. Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria (KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYA)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria memastikan anggaran riset akan ditambah menjadi Rp 12 triliun di tahun ini. 

Kenaikan anggaran riset ini disampaikan langsung Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan bersama para rektor dan guru besar di Istana Kepresidenan, Kamis (15/1/2026). 

Arif menyebutkan, saat ini anggaran untuk riset hanya mencapai Rp 8 triliun, kemudian akan ditambah lagi sebesar Rp 4 triliun untuk tahun ini. Sehingga total yang akan diterima untuk riset mencapai Rp 12 triliun. 

"Presiden punya komitemen dan sudah disampaikan kepada para guru besar, bahwa jumlah yang akan ditingkatkan sekitae 50% untuk riset," kata Arif di Istana Kepresidenan, Kamis (15/1/2026). 

Baca Juga: Kepala BRIN Sebut Pesawat N219 Siap Diproduksi Massal

Menurut Arif, tambahan anggaran riset ini dapat digunakan untuk mendukung program-program startegis dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi. 

Kepala BRIN ini menyebutkan, pemerintah memiliki program 18 proyek hilirisasi. Sejumlah proyek ini perlu riset untuk mendukung pertumbuhan ekonomi 8%. 

Arif mengatakan, BRIN tengah menyiapkan penguatan riset di sektor tekstil, sepatu hingga industri strategis lain seperti dirgantara. 

Kata Arif, pengembangan pesawat N219 merupakan hasil kolaborasi BRIN dan PT Dirgantara Indonesia. 

"Semoga pada awal tahun 2027 atau akhir 2026 sudah bisa selesai risetnya, kemudian kita bisa menghasilkan pesawat Amfibi," ujar Arif. 

Baca Juga: BRIN Siap Berikan Rekomendasi Terkait Redenominasi

Selanjutnya: Rupiah Pada Kamis (15/1) Ditutup Melemah Sepanjang Masa, Cek Mata Uang Asia Lainnya

Menarik Dibaca: Promo Hypermart Dua Mingguan 15-28 Januari 2026, Kimchi-Telur Organik Diskon 10%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×