kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Anggaran Belanja 2023 Salah Satunya Difokuskan Untuk Meningkatkan SDM


Kamis, 01 Desember 2022 / 14:00 WIB
ILUSTRASI. Kementerian Keuangan telah menyiapkan anggaran belanja negara Rp 3.061,2 triliun pada tahun depan.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Keuangan telah menyiapkan anggaran belanja negara Rp 3.061,2 triliun pada tahun depan. Belanja tersebut turun 2,13% dari belanja negara tahun ini yang sebesar Rp 3.106,4 triliun dalam Peraturan Presiden (Perpres) 98/2022.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah akan memaksimalkan anggaran tersebut untuk menghadapi ketidakpastian global pada tahun depan dan juga untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) yang semakin baik.

Disamping itu, belanja ini juga akan difokuskan pada Proyek Strategis Nasional (PSN), infrastruktur, untuk mendukung transformasi ekonomi dan pembangunan serta ekonomi hijau yang termasuk pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

“Kita juga akan terus memperkuat dan memperluas jaring pengaman sosial dengan memperbaiki dan memperbarui data-data kemiskinan masyarakat rentan melalui Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek),” kata dia dalam acara penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/12).

Baca Juga: Pemerintah Gelontorkan Bansos Rp 83,08 Miliar Untuk Kaum Rentan

Selain itu, pelayanan kepada masyarakat juga akan terus ditingkatkan, dengan reformasi di birokrasi dan reformasi di Kementerian/Lembaga.

Sri Mulyani memerinci, belanja di sektor pendidikan dan kesehatan mendapatkan alokasi terbesar dalam APBN 2023. Ia menyebutkan, pemerintah mengalokasikan Rp 612,2 triliun untuk belanja pendidikan, terdiri dari Rp 237,1 triliun belanja pemerintah, Rp 305,6 triliun transfer ke daerah, dan pembiayaan sebesar Rp 69,5 triliun.

Sementara, belanja kesehatan mencapai Rp 178,7 triliun, terdiri dari Rp 118,7 triliun belanja pemerintah pusat dan Rp 60 triliun transfer ke daerah.

“Belanja pendidikan dan kesehatan menjadi belanja yang tetap memiliki alokasi terbesar di dalam rangka membangun SDM unggul dan produktif,” ujar Menkeu. 

 Baca Juga: Begini Strategi Pemerintah untuk Mencapai Target Pertumbuhan Ekonomi Tahun Depan

Adapun pemerintah juga mengalokasikan anggaran perlindungan sosial sebesar Rp 476 triliun, anggaran ketahanan pangan Rp 104,2 triliun, dan anggaran sebesar Rp 341,3 yang ditujukan untuk subsidi, kompensasi dan belanja di sektor energi.

Kemudian, belanja di bidang pertahanan dan keamanan dialokasikan sebesar Rp 316,9 triliun, sedangkan belanja infrastruktur dianggarkan Rp 392,1 triliun.

Sementara itu, target pendapatan negara yang ditetapkan pemerintah pada APBN 2023 adalah Rp 2.463 triliun. Dengan demikian, terdapat defisit anggaran sebesar Rp 598,2 triliun atau 2,84% dari produk domestik bruto (PDB).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×