kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Anas: Pemenang konvensi sulit menangi Pilpres 2014


Senin, 23 September 2013 / 13:09 WIB
ILUSTRASI. 6 Hal Ini Ternyata Ditakuti oleh Hewan Kucing


Reporter: Dikky Setiawan | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum angkat bicara terkait konvensi penjaringan calon Presiden dari Partai Demokrat.

Menurut Anas, jika cuaca politik di Indonesia tidak berubah, siapa pun pemenang konvensi sulit menjadi pemenang Pilpres 2014. Anas menjelaskan, komentarnya tersebut bukan berdasarkan prediksi belaka.

"Saya ingat persis bahwa Pak SBY pernah meminta kader Partai Demokrat untuk mempercayai hasil survei yang kredibel. Apa yang saya katakan berdasarkan hasil survei, bukan spekulasi bukan bermaksud merendahkan, atau menganggap enteng 11 peserta konvensi. Tetapi ini realitas yang ada sekarang ini," kata Anas saat berbincang dengan Tribunnews.com di kediaman pribadinya, Jumat (20/9/2013).

Menurutnya dari survei tersebut, angka persentase peserta konvensi belum menggembirakan. "Tertinggal dengan nama-nama lain, nama-nama yang sudah jauh berada di depan," katanya.

Anas menambahkan, 11 peserta konvensi merupakan tokoh-tokoh yang hebat. Namun, menurutnya, ketika dihadapkan dengan isu popularitas dan elektabilitas, mereka masih jauh tertinggal di belakang.

"Dua itu sangat penting untuk Pilpres langsung dan memang masih jauh tertinggal di belakang," imbuh Anas.

Seperti diketahui, kandidat Konvensi Capres Demokrat diikuti Ali Masykur Musa, Anies Baswedan, Dahlan Iskan, Dino Patti Djalal, Endriartono Sutarto, Gita Wirjawan, Hayono Isman, Irman Gusman, Marzuki Alie, Pramono Edhie Wibowo, dan Sinyo Harry Sarundajang. (Tribunnews)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×