kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.651.000   11.000   0,42%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Alokasi sukuk proyek Rp 27,35 triliun di 2020, paling banyak proyek Kementerian PUPR


Kamis, 23 Januari 2020 / 12:22 WIB
ILUSTRASI. Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemkeu, Luky Alfirman.


Reporter: Grace Olivia | Editor: Herlina Kartika Dewi

Kemenhub mengajukan 19 proyek infrastruktur transportasi Perkeretaapian, tiga terminal, empat pelabuhan, dan empat bandara, Kemendikbud memiliki 24 proyek gedung dan fasilitas perguruan tinggi, serta LIPI dengan empat proyek sarana pengembangan Iptek dan laboratorium riset. 

Kementerian LHK mengajukan enam proyek Taman Nasional, dua laboratorium dan satu SMK Kehutanan. Begitu juga dengan LAPAN dan BSN yang masing-masing mengajukan satu proyek laboratorium untuk dibiayai menggunakan penerbitan SBSN tahun ini. 

“Masih paling banyak pembiayaan untuk proyek infrastruktur, tapi ada juga infrastruktur sosial seperti di bawah Kemenag ada pembangunan Madrasah, perguruan tinggi Islam, asrama haji dan sebagainya,” tutur Luky. 

Baca Juga: Kementerian PUPR selesaikan pembangunan dua underpass di Yogyakarta

Sepanjang 2020, Kemenkeu menetapkan penerbitan SBSN sekitar 26% dari total penerbitan SBN Bruto yang sebesar Rp 735,52 triliun. Adapun, pemerintah telah menyerap Rp 7 triliun dari penawaran yang masuk sebesar Rp 59,14 triliun pada lelang SBSN perdana di tahun ini yang berlangsung Selasa (14/1) lalu. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×