kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.111   28,00   0,15%
  • IDX 6.186   94,98   1,56%
  • KOMPAS100 811   14,88   1,87%
  • LQ45 619   12,34   2,03%
  • ISSI 214   3,34   1,59%
  • IDX30 349   7,21   2,11%
  • IDXHIDIV20 430   7,44   1,76%
  • IDX80 93   1,76   1,94%
  • IDXV30 117   2,05   1,78%
  • IDXQ30 112   2,25   2,06%

Alasan Sri Mulyani dipanggil kembali jadi menteri


Kamis, 28 Juli 2016 / 12:50 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melakukan perombakan pada beberapa pos kementerian ekonomi dalam kabinet Kerja.

Salah satu tokoh yang dipilih Jokowi adalah Managing Director Bank Dunia Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Keuangan menggantikan Bambang PS Brodjonegoro.

Lalu, kira-kira apa yang menjadi alasan Jokowi menunjuk Sri Mulyani untuk mengisi pos Menteri Keuangan?

Direktur Eksekutif Perkumpulan Prakarsa Ah Maftuchan menjelaskan, dalam pandangannya ini tidak jauh dari alasan ingin menunjukkan betapa bagusnya tim ekonomi Indonesia.

"Ingin menunjukkan ke sektor swasta dan dunia internasional bahwa tim ekonomi Indonesia bagus dan (Sri Mulyani adalah) best of the best in our country," kata Maftuchan kepada Kompas.com, Rabu (27/7).

Dengan demikian, ada kecenderungan pemerintah dan Presiden pun ingin membangun ekspektasi dan sentimen positif.

Inilah yang barangkali menjadi alasan penunjukan Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan menggantikan Bambang.

Adapun katalis predikat terbaik yang disematkan kepada Sri Mulyani menurut Maftuchan adalah lantaran Sri Mulyani sebelumnya menjabat Managing Director Bank Dunia.

Selain itu, ketika menjabat Menteri Keuangan pada periode pertama kepemimpinan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Sri Mulyani terbilang berhasil.

Akan tetapi, apakah dengan penunjukan Sri Mulyani maka ekonomi Indonesia akan terjamin menguat?

Menurut Maftuchan tidak demikian. Apa alasannya? "Apakah jaminan? Tidak! Situasi ekonomi domestik, regional atau ASEAN, dan global berubah. Tantangan makin berat," ujar Maftuchan. (Sakina Rakhma Diah Setiawan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×