kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Akses Komunikasi di Wilayah Banjir dan Longsor di Sumut-Aceh Terputus


Kamis, 27 November 2025 / 18:05 WIB
Akses Komunikasi di Wilayah Banjir dan Longsor di Sumut-Aceh Terputus
ILUSTRASI. Wamendagri Bima Arya koordinasi pemulihan akses komunikasi & listrik di wilayah terdampak banjir dan longsor 2025, termasuk Langsa dan Tapteng. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/Spt,


Sumber: Kompas.com | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan para kepala daerah yang wilayahnya terdampak bencana banjir dan longsor.

Bima mencontohkan, Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S Putra menyatakan, tak bisa mengakses komunikasi dengan daerahnya sendiri.

"Kami melakukan komunikasi dengan para kepala daerah. Ada Wali Kota Langsa yang tidak bisa mengakses daerahnya, ya karena baru kembali dari Jakarta, dan saluran komunikasi masih terputus di sana," ujar Bima Arya di Istana, Jakarta, Kamis (27/11/2025).

Bima Arya menjelaskan, yang paling penting sekarang adalah bagaimana memulihkan akses komunikasi di setiap daerah. Sebab, selain akses komunikasi, aliran listrik PLN juga putus.

Baca Juga: Longsor di Sumatra Barat, Kementerian PU Buka Akses Jalan Utama Padang-Bukittinggi

"Yang paling penting itu sekarang bagaimana memulihkan akses, ya. Karena PLN juga terputus, saya berkomunikasi, berkoordinasi dengan Wamenkomdigi, Pak Angga, yang segera dengan cepat, ya, berusaha untuk berkoordinasi dengan PLN dan para provider untuk memulihkan jalur komunikasi," jelasnya.

Kemudian, Bima Arya menyebut Kemendagri turut mengupayakan bantuan transportasi berupa helikopter ke wilayah yang terputus aksesnya.

Dia pun mengeklaim belum bisa memberikan kepastian jumlah korban tewas akibat bencana karena akses komunikasi masih terputus.

Diketahui, kondisi banjir di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Kota Sibolga hingga Kamis (27/11/2025) masih belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Baca Juga: Cuaca Buruk Hambat Bantuan TNI AU untuk Korban Banjir dan Longsor Sibolga

Kepala SAR Nias, Putu Arga Sudjarwadi menyampaikan pihaknya belum dapat memperbarui informasi jumlah korban akibat masalah jaringan komunikasi di lokasi terdampak.

"Sampai saat ini masih banjir. Tim kami masih terus lakukan evakuasi. Namun memang belum bisa update data karena jaringan komunikasi terputus sejak pagi tadi," ujarnya kepada Tribun Medan.

Putu menambahkan, masih ada sejumlah titik yang memerlukan pertolongan. Namun laporan kondisi terkini belum bisa diterima dari tim lapangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×