CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Akses air minum 100% butuh anggaran Rp 274,8 T


Kamis, 17 April 2014 / 19:06 WIB
ILUSTRASI. Warga membeli bbm subsidi di sebuah SPBU di Depok. Jawa Barat, Selasa (8/11/2022). KONTAN/Baihaki/8/11/2022


Reporter: Fahriyadi | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Pemerintah menargetkan pada tahun 2019 mendatang akses masyarakat terhadap air minum bisa mencapai 100%. Hal itu tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.

Kepala Badan Pendukung Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Tamin M. Zakaria Amin mengatakan untuk mendukung rencana ini pemerintah telah menghitung kebutuhan anggaran lima tahun ini. "Agar akses air minum nasional bisa 100% dibutuhkan anggaran Rp 274,8 triliun," ujarnya, Kamis (17/4).

Tapi, pemerintah lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hanya bisa menyediakan senilai Rp 90,7 triliun atau 33% dari total kebutuhan anggaran. Pemerintah akan mencari sumber pendanaan lain senilai Rp 184,1 triliun seperti Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan investor lewat skema Kerjasama Pemerintah Swasta (KPS).

Saat ini akses air minum sudah mencapai 67,7% atau masih kurang 1,1% dari target Milenium Development Goal's (MDG's) sebesar 68,8% di tahun 2015.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×