kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.119   -6,00   -0,03%
  • IDX 6.059   20,67   0,34%
  • KOMPAS100 791   2,74   0,35%
  • LQ45 600   -2,00   -0,33%
  • ISSI 210   2,89   1,39%
  • IDX30 339   -1,49   -0,44%
  • IDXHIDIV20 421   -2,13   -0,50%
  • IDX80 90   0,20   0,23%
  • IDXV30 115   0,54   0,47%
  • IDXQ30 109   -0,53   -0,49%

Akhir tahun 2013, DKI punya Silpa Rp 7,2 triliun


Selasa, 03 Desember 2013 / 17:51 WIB
ILUSTRASI. Ciri-ciri gejala subvarian Omicron BA.2.75 berjulukan Centaurus yang sudah masuk Indonesia. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration.


Reporter: Fahriyadi | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta 2014 baru saja diajukan kepada DPRD DKI Jakarta pada Selasa (3/12) ini.

Meski begitu, Pemprov DKI mengaku masih terus fokus untuk menggenjot serapan anggaran untuk APBD Perubahan tahun 2013 yang akan segera berakhir.

"Serapan anggaran kami per Jumat, 29 November 2013 sebesar 55,2% atau Rp 25,721 triliun," ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta, Sarwo Handayani, Selasa (3/12).

Wanita yang akrab disapa Yani ini mengatakan, bakal ada lonjakan peningkatan penyerapan secara signifikan pada bulan Desember mengingat banyak program kegiatan yang tinggal dilakukan pembayarannya diakhir tahun ini.

Meski begitu, ia tak menampik jika ada beberapa proyek yang urung terselesaikan tahun ini karena terganjal dengan pembebasan lahan yang berdampak tidak bisa dilakukan pelelangan dan pembelian.

Lebih jauh, ia memperkirakan hingga akhir tahun serapan anggaran bisa mencapai 85%-90% dengan Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) mencapai Rp 7,2 triliun.

Meski begitu, ia bilang segenap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemprov DKI berupaya untuk memenuhi keinginan Gubernur DKI Jakarta agar anggaran bisa terserap 97% pada akhir tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×