Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Pemerintah memastikan akan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II-2026, dengan mengandalkan dorongan belanja pemerintah serta sejumlah insentif untuk menopang daya beli dan mendorong pertumbuhan investasi.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, belanja pemerintah akan kembali menjadi motor utama pertumbuhan pada kuartal II, melanjutkan perannya pada tiga bulan pertama tahun ini.
“Untuk pertumbuhan di kuartal II, salah satu yang akan kita genjot adalah belanja pemerintah, karena tahun lalu basis belanja pemerintah rendah. Di kuartal I kemarin belanja pemerintah menjadi penopang, dan ini juga akan menjadi penopang di kuartal II,” ujar Airlangga dalam konfrensi pers, Selasa (5/5/2026).
Baca Juga: Menkeu Purbaya Optimistis Ekonomi Kuartal II Tembus 5,7%
Ia menambahkan, pemerintah juga berupaya menjaga daya beli masyarakat, salah satunya melalui pencairan gaji ke-13 aparatur sipil negara (ASN) yang ditargetkan terealisasi pada Juni 2026.
“Gaji ASN ke-13 diharapkan bisa diberikan di bulan Juni, ini juga menjadi salah satu penopang konsumsi,” imbuhnya.
Selain itu, pemerintah tengah menyiapkan sejumlah insentif untuk mendorong sektor riil, termasuk industri otomotif dan sepeda motor. Kebijakan tersebut saat ini masih dalam tahap pembahasan dan akan dilaporkan kepada Presiden.
Dari sisi industri, Airlangga mengakui sektor manufaktur mengalami perlambatan. Meski demikian, indikator aktivitas industri masih menunjukkan optimisme.
“Dari segi manufaktur memang ada penurunan, tapi dari PMI Bank Indonesia masih di atas 52, jadi masih ada optimisme terhadap sektor manufaktur,” katanya.
Sementara itu, dari sisi investasi, pemerintah berharap tren pertumbuhan pada kuartal I-2026 dapat berlanjut. Pada periode tersebut, realisasi investasi tercatat tumbuh sekitar 7%.
Baca Juga: Erajaya (ERAA) Diproyeksi Tumbuh di Kuartal II Berkat Momen Lebaran & Rajin Ekspansi
Airlangga juga mengungkapkan adanya komitmen investasi senilai Rp 540 triliun hasil kunjungan Presiden ke sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan yang akan terus didorong realisasinya.
“Kita harapkan ini bisa kita bawa ke kuartal II, dan komitmen investasi tersebut akan terus kita kejar realisasinya,” jelasnya.
Meski demikian, pemerintah belum menetapkan proyeksi resmi untuk pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026. Airlangga menekankan bahwa capaian kuartal I yang melampaui ekspektasi menjadi modal positif untuk menjaga momentum ke depan.
“Kuartal II belum kita buat proyeksinya, kita fokus kuartal pertama dulu yang berhasil mengalahkan ekspektasi berbagai lembaga, ini tentu menjadi hal yang positif,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













