kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Airlangga Optimistis Komoditas yang Dinegosiasikan Tarif 0% dari AS Segera Rampung


Kamis, 09 Oktober 2025 / 12:25 WIB
Airlangga Optimistis Komoditas yang Dinegosiasikan Tarif 0% dari AS Segera Rampung
ILUSTRASI. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan keterangan pers di sela Pertemuan Komite Negosiasi ASEAN DEFA ke-14 di Jakarta, Selasa (7/10/2025). Airlangga Hartarto mengatakan terus melakukan negosiasi dengan Unites States Trade Representative (USTR) terkait dengan tarif resiprokal.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah Indonesia terus melakukan negosiasi dengan Unites States Trade Representative (USTR) terkait dengan tarif resiprokal untuk beberapa komoditas yang bisa dibebaskan atau mendapat tarif 0%.

Airlangga mengungkapkan bahwa diskusi lebih intensif masih akan dilakukan dengan USTR pada Oktober 2025 ini.

"Tentu akan dilanjutkan perlu dengan lebih intensif lagi dalam bulan ini. Harapannya bisa diselesaikan dalam dua sampai tiga minggu ke depan,” tutur Airlangga kepada awak media, Kamis (9/10/2025).

Sebelumnya, Airlangga membeberkan, terdapat tiga komoditas yang diupayakan mendapat tarif 0%, yakni kelapa sawit, kopi, dan kakao.

Baca Juga: Gelar Jakarta Investment Festival 2025, Pemprov DKI Bidik Investasi Rp 430,9 Triliun

Airlangga menjelaskan, pertimbangan dari pihak AS berkaitan dengan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA) yang memberikan tarif 0% terhadap komoditas minyak sawit mentah (CPO).

Selain produk pertanian, ia menambahkan bahwa komoditas lain seperti komponen pesawat terbang, produk mineral, serta produk industri di kawasan industri tertentu juga berpotensi mendapatkan tarif yang lebih rendah.

Namun, Airlangga menegaskan bahwa seluruh keputusan tersebut masih dalam proses negosiasi dengan otoritas pemerintah AS.

Baca Juga: Penjualan Eceran Diperkirakan Naik Pada November 2025, Tapi Turun Pada Februari 2026

"Perundingan masih akan terus berlangsung untuk bicara detail teknis karena masih ada beberapa kepentingan dan akan ditindaklanjuti bahwa Indonesia akan diberikan juga tarif yang lebih rendah dari 19% untuk beberapa komoditas," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×