kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.012   29,00   0,16%
  • IDX 6.174   -22,50   -0,36%
  • KOMPAS100 806   -5,49   -0,68%
  • LQ45 611   -3,58   -0,58%
  • ISSI 214   -0,55   -0,26%
  • IDX30 344   -2,04   -0,59%
  • IDXHIDIV20 426   -2,92   -0,68%
  • IDX80 92   -0,59   -0,64%
  • IDXV30 116   -0,54   -0,46%
  • IDXQ30 110   -0,86   -0,78%

Airlangga janji pemerintah akan buka impor bahan baku untuk industri baja


Rabu, 12 Februari 2020 / 14:36 WIB
ILUSTRASI. Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberikan keynote remark di Mandiri Investment Forum 2020 di Jakarta, Rabu (5/2).


Reporter: Abdul Basith | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah akan membuka keran impor bahan baku untuk industri baja. Hal itu untuk menggenjot utulitas industri baja yang selama ini terus turun. Untuk itu, pemerintah menjanjikan penyederhaan perizinan impor bahan baku baja bagi industri.

"Terkait juga bahan baku, regulasi scrap (besi tua) dan juga limbah kita akan replikasi seperti apa yang sudah dilakukan terhadap industri nikel," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat terbatas, Rabu (12/2).

Baca Juga: Jokowi: Tiga hal harus dilakukan untuk memenuhi bahan baku industri baja dan besi

Sejalan dengan itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang berjanji akan mempermudah impor scrap sebagai bahan baku baja. Saat ini kebutuhan scrap logam untuk hilirisasi industri sebesar 4 juta ton per tahun.

Selain scrap logam, impor slag baja juga akan dipermudah. Sebelumnya slag baja masoh dikategorikan sebagai salah satu limbah berbahaya. "Berdasarkan assesment dari EPA, disampaikan bahwa iron and steelmaking slags adalah nonhazardous artinya tidak membahayakan," jelas Agus.

Baca Juga: Jokowi minta impor baja diperketat

Oleh karena itu, pemerintah akan mengikuti ketentuan internasional. Bahkan pada praktiknya di Uni Eropa, slag baja digunakan untuk produk daur ulang.

"Jadi ini tadi diputuskan dalam rapat bahwa slag baja tidak lagi dianggap sebagai sampah tapi bisa digunakan sebagai bahan baku untuk menopang atau mendukung circular economy," ungkap Agus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×