kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.770.000   11.000   0,40%
  • USD/IDR 18.046   -27,00   -0,15%
  • IDX 5.595   -245,02   -4,20%
  • KOMPAS100 736   -35,18   -4,56%
  • LQ45 558   -23,17   -3,99%
  • ISSI 195   -8,81   -4,33%
  • IDX30 316   -12,58   -3,83%
  • IDXHIDIV20 392   -14,84   -3,65%
  • IDX80 84   -3,56   -4,08%
  • IDXV30 107   -4,76   -4,28%
  • IDXQ30 102   -3,95   -3,72%

AirAsia ditolak naik ketinggian gara-gara Garuda


Senin, 29 Desember 2014 / 23:36 WIB
ILUSTRASI. 2 Cara Top Up Garena Undawn dengan Mudah, Isi RC hingga Beli Paket yang Anda Inginkan


Sumber: TribunNews.com | Editor: Uji Agung Santosa

TANGERANG. Rute pesawat yang dilalui AirAsia QZ8501 Surabaya-Singapura pada kemarin pagi dinilai cukup padat lalu lintas penerbangan. Salah satunya yang melintas yaitu PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA).

AirAsia pada pukul 23.12 UTC (06.12 WIB) pada FL 320 posisi poin TAVP pesawat lapor kepada petugas Air Traffic Control (ATC), dan terindentifikasi oleh petugas ATC.
Pesawat meminta untuk menyimpang dari rute penerbangan dan meminta ketinggian 38 ribu feet dari sebelumnya 32 ribu feet.

Direktur Utama AirNav Ignatius Bambang Tjahjono mengatakan, permintaan menyimpang dari rute dapat disetujui, sedangkan permintaan untuk ketinggian 38.000 feet belum dapat disetujui dikarenakan kondisi traffic dan kooordinasi dengan adjacent ATS Unit.

"Yang lewat daerah situ enam pesawat. Ada Garuda, Lion, Uni Emirat Arab di depannya kan, tetapi ini ketinggian berbeda-beda, di atasnya (AirAsia) ada Garuda," ujar Bambang di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (29/12/2014).

Diketahui, AirAsia QZ8501 rute Surabaya-Singapura berjenis Airbus A320-200 dengan nomor registrasi PK-AXC.

Dalam penerbangan tersebut terdapat 155 penumpang dimana sebanyak 137 penumpang adalah orang dewasa, 17 anak-anak dan 1 bayi. Di samping itu, juga terdapat 2 pilot, 4 awak kabin dan 1 teknisi.(Seno Tri Sulistiyono)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×