kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Ahok: Jadi reporter lebih susah daripada wagub


Sabtu, 11 Januari 2014 / 18:30 WIB
ILUSTRASI. Karyawan melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (10/8/2022). IHSG diselimuti sejumlah sentimen Saham-saham Berikut ini Layak Dicermati untuk Perdagangan Senin (22/8). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc.


Sumber: Kompas.com | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku, lebih sulit menjadi reporter berita dibanding menjadi wakil gubernur. Menurut Basuki, menjadi reporter berita harus punya kemampuan lebih.

"Saya bilang menjadi reporter susah karena harus banyak baca dan belajar. Kalau jadi wagub, enggak perlu latihan pakai otak, cuma latihan otot saja," ujar Basuki seusai didaulat menjadi reporter televisi di Taman Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (11/1/2014) sore.

Basuki menilai, menjadi reporter merupakan suatu hal yang memusingkan. Adapun menjadi Wakil Gubernur Jakarta cuma butuh fisik yang kuat. "Semua orang pintar banyak di Jakarta, tinggal baca saja, masalahnya apa, solusinya apa. Di Jakarta ini cuma butuh otot dan jantung yang kuat, kaki tangan yang kuat untuk lari. Jadi reporter pusing saya," kata Basuki sambil tertawa.

Basuki membacakan naskah berita dalam siaran langsung yang ditayangkan sekitar pukul 15.00 tersebut. Pada waktu yang sama, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo juga melakukan tugas serupa di tempat terpisah. Jokowi melakukan siaran langsung di Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, di depan rumah dinasnya. (Ummi Hadyah Saleh)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×