kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Agresif pangkas suku bunga, BI akui transmisi kebijakan masih lambat


Kamis, 24 Oktober 2019 / 16:49 WIB
Agresif pangkas suku bunga, BI akui transmisi kebijakan masih lambat
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan hasil RDG BI Oktober 2019 melalui konferensi pers, Kamis (24/10). BI turunkan suku bunga acuan di 5,25%.

Reporter: Grace Olivia | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Bank Indonesia (BI) telah memangkas suku bunga sebanyak 100 basis poin (bps) atau 1% sejak Juli hingga September 2019. Saat ini, suku bunga   BI-7 Days Reverse Repo Rate (BI-7DRRR) berada pada level 5%. 

Kendati demikian, Gubenur BI Perry Warjiyo mengakui, transmisi pelonggaran kebijakan moneter masih lambat, meski terus berjalan. 

Baca Juga: Ini alasan BI pangkas suku bunga acuan empat kali berturut-turut

Suku bunga deposito, misalnya, hanya mencatat penurunan sebesar 26 bps sepanjang Juli-September 2019. Sementara suku bunga kredit turun lebih kecil lagi yaitu hanya 8 bps sepanjang periode yang sama. 

“Harapannya suku bunga deposito bisa lebih turun lagi karena BI sekarang sudah turunkan suku bunga 100 bps. Terutama juga suku bunga kredit yang memang biasanya lebih lama turun dibandingkan deposito, kami harap turun lebih lanjut,” tutur Perry, Kamis (24/10). 

Di tengah agresifnya penurunan suku bunga BI, pertumbuhan penyaluran kredit justru melambat pada Agustus lalu yaitu 8,59% year-on-year (yoy), dari sebelumnya 9,58% yoy pada Juli. 

Begitu juga dengan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang pada Agustus tumbuh 7,62% yoy, lebih lambat dibandingkan dengan pertumbuhan Juli yaitu 8,04% yoy. 

Baca Juga: Suku bunga BI turun, rupiah hari ini ditutup melemah 0,19%

Namun, Perry meyakini pertumbuhan penyaluran kredit akan kembali bergeliat dan memenuhi prakiraan yaitu pada kisaran 10%-12% di akhir 2019. 

“Bauran kebijakan moneter dan makroprudensial yang akomodatif bisa mendorong pertumbuhan kredit dari sisi pasokan maupun permintaan pada kuartal IV nanti, tanpa mengganggu stabilitas sistem keuangan,” tandasnya.     




TERBARU

Close [X]
×