kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Agar Terlepas dari Jebakan Pertumbuhan 5%, Indonesia Perlu Sumber Ekonomi Baru


Jumat, 05 Mei 2023 / 18:24 WIB
ILUSTRASI. Pertumbuhan ekonomi Indonesia


Reporter: Bidara Pink | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2023 sebesar 5,03% secara tahunan atawa Year on Year (yoy).

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik, Moh. Edy Mahmud mengatakan, capaian pertumbuhan tersebut menjadi pelengkap tren pertumbuhan ekonomi di atas 5% yoy setelah pandemi Covid-19 mereda.

"Pertumbuhan ekonomi sudah mulai kembali ke kisaran 5% yoy pada kuartal IV-2021 hingga saat ini," tutur Moh. Edy dalam konferensi pers, Jumat (5/5).

Meski memang begitu, Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI Teuku Riefky mengungkapkan, perlunya Indonesia mencari sumber pertumbuhan yang baru.

Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia tak hanya mentok di kisaran 5% yoy saja, dan bahkan mungkin bisa berada di level 6% yoy hingga 7% yoy.

Baca Juga: Ada Lebaran, Indef Ramal Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Jadi yang Tertinggi Tahun Ini

"Kita perlu mencari sumber pertumbuhan ekonomi baru. Dengan demikian, Indonesia bisa lulus dari jebakan pertumbuhan 5% yoy," tutur Riefky kepada Kontan.co.id.

Untuk mencapai level tersebut, perlu ada investasi ke sektor yang memiliki nilai tambah.

Selain itu, perlu juga peningkatan kemampuan atau produktivitas tenaga kerja, dan perbaikan institusi.

Plus, Indonesia perlu untuk mencapai pertumbuhan di level 6% yoy hingga 7% yoy selama beberapa tahun untuk bisa tumbuh di atas 5% yoy.

Salah satu upaya yang bisa telah dilakukan oleh pemerintah, yaitu hilirisasi menjadi salah satu yang bisa mendorong nilai tambah sektor yang sudah tumbuh.

"Namun, ke depannya perlu juga mendorong sektor lain yang belum terlalu dieksplorasi," tandas Riefky.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×