kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Ada satu hingga dua investor yang mulai menunda investasi


Jumat, 23 September 2011 / 20:40 WIB
ILUSTRASI. Doni Monardo: Ulama harus jadi teladan tegakkan protokol kesehatan


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Gita Wirjawan mengakui sudah ada satu atau dua investor yang mulai menunda rencana invstasinya di tanah air menyusul gejolak ekonomi yang melanda sejumlah negara Eropa dan Amerika Serikat.

"Pasti ada satu atau dua yang mungkin konfirmasi penundaan," katanya seusai mengikuti sidang terbatas kabinet di Kantor Presiden, Jumat (23/9). Meski demikian, Gita meyakini akan ada arus baru investasi yang masuk ke tanah air.

Sementara itu, Menteri koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa, menegaskan, situasi yang terjadi sebatas reaksi sesaat semata. Sehingga tidak perlu ditanggapi secara panik.

Momentum pertumbuhan yang bagus dan ditopang indeks konsumen yang baik. "Kemudian memang ada kepanikan di pasar global, itu terjadi tidak hanya di Indonesia saja. Meski terkoreski pasa modal kita peringkat empat terbaik dunia," katanya.

Hatta menegaskan situasi sekarang sudah mulai membaik. Itu dapat dilihat dari indikator menguatnya nilai tukar rupiah ke level Rp 8.900 dan reboundnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 1,69% hari ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×