kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.843.000   -50.000   -1,73%
  • USD/IDR 16.995   46,00   0,27%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Ada GPN, Kemkeu bisa lebih hemat


Senin, 04 Desember 2017 / 20:26 WIB
Ada GPN, Kemkeu bisa lebih hemat


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) meluncurkan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) yang akan memungkinkan sistem pembayaran yang saling interkoneksi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bilang, untuk pemerintah, adanya GPN bisa lebih menghemat biaya transfer ke bendahara pada satuan kerja pengelola Anggaran di seluruh Indonesia.

“Dengan sistem ini saya harap para lembaga keuangan tidak perlu nge-charge saya karena ini untuk kita semua uangnya. Untuk rakyat. Tidak ada alasan perlu transaction fee,” kata Sri Mulyani di Gedung BI, Senin (4/12).

Dengan tidak adanya biaya transaksi, Sri Mulyani bilang, kegiatan transfer akan lebih efisien dan efektif. “Transasksi dari bendahara umum negara baik BUN, kementerian, 23 ribu satuan kerja akan lebih efisien dengan GPN,” ucapnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution juga menyatakan bahwa dengan GPN, pemerintah ke depannya akan lebih lancar menerapkan sistem non tunai. Tak hanya dalam hal pembayaran maupun penerimaan bantuan tetapi subsidi juga akan diberikan dengan sistem non tunai.

Ia mengatakan, sistem pembiayaan non tunai ini memiliki banyak manfaat positif dan bisa mendukung efektivitas program pemerintah. Sebab, melalui sistem online dan non tunai pelaksanaan setiap kebijakan akan lebih transparan dan terkontrol.

"Ke depan, bukan hanya bantuan non tunai untuk masyarakat miskin, tapi arah ke depan semua subsidi untuk orang miskin, bukan orang miskin saja, misalkan subsidi pupuk, macam-macam, arahnya adalah non tunai," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×