kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ada dugaan kartel tiket pesawat, Menhub: Silakan KPPU periksa kebenarannya


Senin, 21 Januari 2019 / 17:19 WIB


Reporter: Umi Kulsum | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dugaan dari Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) mengenai adanya indikasi permainan harga atau kartel terhadap tiket pesawat direspon oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Untuk itu, Menhub mempersilahkan kepada pihak KPPU untuk memeriksa indikasi tersebut jika memang benar adanya. Hanya saja Budi menilai sebetulnya, yang terjadi bukanlah permainan kartel namun sejumlah maskapai sedang berusaha untuk dapat laku di pasaran dan diminati oleh masyarakat.

"Silahkan saja klarifikasi, jika memang benar sebetulnya saya juga termasuk yang diuntungkan. Tapi kalau sekarang ini sebenernya gak gitu (kartel). Maskapai-maskapai ini cuma mengambil waktu, karena mereka juga harus fight agar makin laku di mana-mana," kata Budi di Kantornya, Senin (21/1).

Dengan demikian, Budi menilai maskapai-maskapai dan juga pihak KPPU perlu duduk bersama untuk memecahkan solusi atas permasalahan yang ada. "Naik boleh tapi jangan merugikan," terangnya.

Saat ini market share maskapai di Tanah Air masih didominasi oleh dua grup besar yakni Garuda Indonesia Group terdiri atas Garuda Indonesia, Citilink Indonesia dan Sriwijaya Air lalu Lion Air Group terdapat Lion Air, Batik Air dan Wings Air. Dugaan kartel ini muncul sebab kenaikan harga tiket pesawat terjadi secara bersamaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×