kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Ada Danantara, Kementerian BUMN Sebaiknya Dilebur atau Bagaimana?


Jumat, 19 September 2025 / 18:54 WIB
Ada Danantara, Kementerian BUMN Sebaiknya Dilebur atau Bagaimana?
ILUSTRASI. Keberadaan Kementerian BUMN tak lagi jelas setelah mayoritas perusahaan pelat merah kini berada di bawah BPI Danantara.


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Keberadaan Kementerian BUMN tak lagi jelas setelah mayoritas perusahaan pelat merah kini berada di bawah BPI Danantara.

Menurut Pengamat Ekonomi Indonesia Strategic and Economics Action Institution Ronny P Sasmita, Kementerian BUMN selama ini kerap dipakai sebagai “outsourcing” jabatan politik bagi relawan dan partai politik untuk menjadi komisaris BUMN. 

“Setelah perannya diambil Danantara, dengan harapan BUMN bisa lebih profesional dan independen dari lingkaran kepentingan politik,” katanya dikutip dari keterangannya, Jumat (19/9/2025).

Baca Juga: Istana Sebut Peleburan Kementerian BUMN ke Danantara Masih Dalam Kajian

Ronny menyebut, ada dua opsi ke depan terkait fungsi Kementerian BUMN ini. Pertama, Kementerian BUMN dilebur ke dalam Danantara.

Menurutnya, jika Indonesia mau memakai konsep superholding atau intermediator structure, maka semestinya Kementerian BUMN segera dilebur ke dalam BPI Danantara. 

"Ide tersebut cukup masuk akal dan layak dipertimbangkan oleh presiden. Karena di dunia ini memang tidak ada kementerian BUMN," ungkapnya.

Kedua, Kementerian BUMN diubah menjadi lembaga pengawas setara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan usulan nama “State-Owned Enterprises Supervisory Authority” atau Otoritas Pengawas BUMN.

"Danantara adalah BI-nya, lalu Kementerian BUMN dirubah menjadi institusi seperti OJK," kata Ronny.

Dengan opsi itu, Ronny bilang, BUMN mendapat pengawasan berlapis, sekaligus mencegah kementerian menjadi ajang penempatan relawan politik.

Baca Juga: Prabowo Tunjuk Dony Oskaria Jadi Plt Menteri BUMN, Begini Pertimbangannya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×