kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.537.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.189   15,00   0,08%
  • IDX 4.920   15,48   0,32%
  • KOMPAS100 632   2,75   0,44%
  • LQ45 501   3,97   0,80%
  • ISSI 163   -0,60   -0,36%
  • IDX30 283   2,68   0,96%
  • IDXHIDIV20 382   4,30   1,14%
  • IDX80 73   0,29   0,40%
  • IDXV30 106   0,87   0,82%
  • IDXQ30 95   1,13   1,20%

Ada Capital Inflow, Cadangan Devisa Agustus 2022 Diramal Naik hingga US$ 1,5 Miliar


Rabu, 07 September 2022 / 06:20 WIB


Reporter: Bidara Pink | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Cadangan devisa berpotensi naik pada Agustus 2022. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan, peningkatan cadangan devisa pada Agustus 2022 sekitar US$ 1 miliar hingga US$ 1,5 miliar. 

“Cadangan devisa pada Agustus 2022 diperkirakan naik menjadi US$ 133 miliar hingga US$ 133,5 miliar, dari yang sebelumnya US$ 132,2 miliar,” tutur Josua kepada Kontan.co.id, Selasa (6/9). 

Menurut Josua, kenaikan cadangan devisa pada Agustus 2022 ini didorong oleh aliran masuk modal asing di pasar obligasi dan saham sekitar US$ 1,41 miliar. Perinciannya, arus modal sebesar US$ 834 juta masuk ke pasar obligasi dan US$ 572 juta masuk ke pasar saham.

Baca Juga: Cadangan Devisa Berpotensi Menguat

Selain itu, pergerakan rupiah pada bulan Agustus 2022 juga cenderung dinamis, seiring dengan tren positif di awal bulan akibat pengumuman pertumbuhan ekonomi kuartal II-2022 yang mencapai 5,44% secara tahunan. 

Tak hanya itu, otot rupiah juga menguat seiring dengan dampak inflasi AS yang melambat bila dibandingkan bulan sebelumnya. Walaupun, pada akhir bulan, rupiah nampak berbalik arah karena pengumuman dari The Fed. 

“Namun, secara keseluruhan, kondisi rupiah pada Agustus 2022 ini memberikan sinyal bahwa cadangan devisa cenderung meningkat di bulan tersebut,” tandas Josua. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×