kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.973   81,00   0,45%
  • IDX 5.884   -217,45   -3,56%
  • KOMPAS100 764   -32,00   -4,02%
  • LQ45 578   -20,26   -3,39%
  • ISSI 203   -8,31   -3,92%
  • IDX30 327   -10,75   -3,18%
  • IDXHIDIV20 402   -10,48   -2,54%
  • IDX80 87   -3,59   -3,99%
  • IDXV30 109   -2,27   -2,04%
  • IDXQ30 105   -2,81   -2,60%

Ada agenda politik di balik peningkatan bansos?


Kamis, 17 Agustus 2017 / 20:49 WIB


Reporter: Ramadhani Prihatini | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - Misi pemerintah untuk memberikan lebih banyak menyentuh pemeretaan dan kesejahteraan rakyat diharapkan bisa benar-benar efektif. Bantuan sosial yang dianggarkan melonjak di tahun 2018 diharapkan bisa berkesinambungan dan bukan hanya semata agenda poltik jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2019 saja.

Peneliti Center of Reform on Economic (CORE), Mohammad Faisal menyatakan sejak era kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) jumlah subsidi banyak yang diturunkan dan digantikan dengan bantuan langsung. Faisal mengatakan, hal tersebut akan berdampak akumulatif terhadap daya beli masyarakat.

Baca, Tahun depan, pemerintah jor-joran dana bansos

Menurut Faisal, program bantuan sosial (bansos) yang secara langsung diberikan pemerintah di tahun depan memang terlihat signifikan dalam target yang ditetapkan. Untuk itu, Faisal berharap lonjakan target pemerintah ini bisa berkesinambungan dan konsiten.

"Ini dikhawatirkan jelang pemilu saja. Jadi, kalau bisa jangan hanya musiman," kata Faisal kepada KONTAN di Jakarta, Kamis (17/8).

Selain meningkatkan target penerima bansos, Faisal meminta pemerintah juga meningkatkan efektifitas bansos untuk menanggulangi kemiskinan. Integrasi bansos dengan program pengentasan kemiskinan harus dilakukan. Pasalnya bansos selama ini hanya dinikmati orang yang hampir miskin bukan orang di bawah garis kemiskinan.

"Karena penyaluran bansos ini kelemahannya sering salah sasaran karena datanya tidak betul, ini yang harus dimutakhirkan," pungkas Faisal.

Terpisah, Pengamat Politik Universitas Gadjah Mada, Arie Sujito mengatakan bisa saja peningkatan target bansos di tahun depan sebagai strategi Jokowi dalam Pilpres 2019.

Namun ia melihat, langkah pemerintah di tahun depan merupakan antisipasi Jokowi untuk antisipasi penyerangan dari oposisi pada pemerintahan saat ini. Pasalnya akselerasi pengentasan program kemiskinan memang menjadi perhatian dalam Nawacita.

"Karena kemiskinan bisa menjadi sorotan, jika program pengentasan kemiskinan masih terbengkalai bisa jadi bumerang," kata Arie.

Menurutnya, jika program pengentasan kemiskinan dalam Nawacita berhasil, maka tidak alasan bagi oposisi untuk menyerang Jokowi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×