kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Ada 4 juta hektare lahan HTI untuk industri pulp dan kertas


Kamis, 03 Mei 2018 / 14:52 WIB
ILUSTRASI.


Reporter: Tane Hadiyantono | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mengutip data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, sampai dengan tahun 2018, masih ada 4,03 juta hektare lahan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang bisa ditanami untuk industri kertas dan bubur kertas (pulp and paper). Namun terdapat sejumlah kendala yang menyebabkan pengusaha belum dapat menggunakannya secara maksimal.

"Jadi sebenarnya tidak usah khawatir, kita memiliki lahan yang sangat banyak dan KLHK akan terus melakukan upaya untuk mendayakannya," kata Istanto pada rapat kerja Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia, Kamis (3/5).

Menurut data yang disampaikan Istanto Direktur hutan produksi KLHK, jumlah lahan yang sudah digunakan untuk industri tersebut adalah 2,18 juta hektare, dari total luas lahan dari 115 hutan tanah lindung yang tercantum dalam Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada Hutan Tanaman (IUPHHK- HT) adalah 6,23 juta ha.

Namun, ia mengakui masih ada sejumlah area HTI yang belum maksimal karena masih menerima penolakan dari warga setempat, terutama untuk area hutan adat. Tapi, pihaknya bakal terus melakukan mediasi dan upaya untuk mensosialisasikan potensi masuknya pengusaha pada HTI kepada warga demi meningkatkan produktivitas lahan. Apalagi dari sisi pengusaha, untuk mengefisienkan bisnis, selain dekat dengan pabrik, lahan hutan juga harus 'clean and clear'.

"Kalau masih ditolak warga, kita jelas tidak bisa masuk dan harus menunggu mediasi dari KLHK, dan kita juga harus mempertimbangkan jarak pabrik dengan hutan. Masih banyak HTI di daerah terpencil dan itu berat sebenarnya," kata Ketua Umum APKI Aryan Warga Dalam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×