Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Ststistik (BPS) mencatat, Indeks Harga Konsumen (IHK) di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat atau wilayah yang terkena banjir bandang kompak mengalami deflasi pada Januari 2026.
Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono meyampaikan, pada Januari 2026 Provinsi Aceh mengalami deflasi sebesar 0,15% month to month (MtM) setelah pada bulan sebelumnya mengalami inflasi sebesar 3,60%.
Kemudian, di Sumatra Utara mengalami deflasi 0,75% MtM, setelah bulan sebelumnya mengalami inflasi 1,66% MtM. Lalu di Sumatra Barat mengalami deflasi 1,15% MtM setelah bulan sebelumnya mengalami inflasi 1,48% MtM.
Baca Juga: BPS Catat Deflasi 0,15% pada Januari 2026, Dipicu Penurunan Harga Cabai dan Ayam
“Secara umum kelompok makanan, minuman, dan tembakau, menjadi penyumbang deflasi terbesar 3 provinsi tersebut,” tutur Ateng dalam konferensi pers, Senin (2/2/2026).
Adapun ia memerinci, terjadinya deflasi di Provinsi Aceh adalah lantaran adanya penurunan harga telur ayam ras, disusul cabai merah, beras, bahan bakar rumah tangga, dan minyak goreng.
Selanjutnya, penyebab deflasi di Sumatra Utara adalah penurunan harga paling tinggi pada komoditas cabai merah, disusul cabai rawit, kelapa, bawang merah, dan bayam.
Baca Juga: BPS Catat Surplus Neraca Dagang Desember 2025 Menyusut Jadi US$ 2,51 Miliar
Terakhir, di Sumatra Barat, penyebab terjadinya deflasi adalah disebabkan penurunan harga cabai merah, tarif air minum PAM, bawang merah, tarif angkutan antarkota, dan cabai hijau.
Selanjutnya: BPS: 19 Provinsi Alami Deflasi dan 20 Provinsi Alami Inflasi Pada Januari 2026
Menarik Dibaca: Belanja Hemat di Promo Tokopedia 2.2, Ada Gratis Ongkir & Diskon hingga Rp 1,2 Juta
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













