kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

54 anak Indonesia terjebak di penjara Australia


Selasa, 03 Juli 2012 / 18:45 WIB
ILUSTRASI. Aldy Ridwan, pengusaha tanaman hias jenis kaktus di Lembang, Bandung Barat.


Reporter: Yudho Winarto

JAKARTA. Sampai saat ini, 54 anak-anak Indonesia korban penyelundupan manusia masih berada di penjara Australia. Pemerintah Indonesia mendesak pemerintah Australia agar segera membebaskan mereka semua.

"Kita berharap repatriasi sisa anak-anak di bawah umur itu bisa dipercepat pelaksanaannya. Dari 215 orang, ada 54 anak-anak lagi yang kami harapkan bisa dibebaskan sekaligus," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam keterangan pers bersama Perdana Menteri Australia Julia Gillard, usai pertemuan bilateral di halaman belakang Gedung Parlemen Teritori Kawasan Utara Australia, Darwin, Selasa (3/7).

SBY menegaskan Indonesia tidak memberikan angin bagi orang Indonesia yang terlibat dalam jaringan sindikat internasional yang merugikan Indonesia dan Australia. Sebab, Indonesia juga menjadi korban aktivitas ilegal itu.

Indonesia justru mendorong agar perjanjian ekstradisi dengan Australia yang berlaku sejak tahun 1992 lalu bisa segera diimplementasikan. Dengan begitu, ekstradisi secara timbal balik bisa berjalan sesuai kepentingan dan sesuai mekanisme hukum di negara masing-masing.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×