CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Indonesia dan Australia Garap MoU Kerjasama Pertahanan Menyeluruh


Senin, 26 Oktober 2009 / 17:17 WIB


Reporter: Hans Henricus | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Indonesia dan Australia makin mempererat jalinan kerjasama pertahanan. Jalinan ini akan dituangkan dalam sebuah nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU).

Menurut Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, pihak Australia ingin meningkatkan kerjasama pertahanan dengan Indonesia. "Tentu akan dituangkan di dalam draft yang sedang dibuat antara masing-masing Departemen Pertahanan," ujar Purnomo usai bertemu Menteri Pertahanan Australia, John Faulkner, di Departemen Pertahanan, Jakarta, Senin (26/10).

Purnomo menjelaskan, peningkatan kerjasama pertahanan itu merupakan amanah dari perjanjian Lombok atau Lombok Treaty yang telah diteken 13 November 2006 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan Perdana Menteri Australia kala itu, John Howard. "Kami akan tindaklanjuti sebagai bentuk rencana aksi Lombok Treaty," ujar Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral itu.

Yang jelas, saat ini, Departemen Pertahanan Indonesia dan Australia sedang menggodok MoU kerjasama pertahanan secara menyeluruh. MoU itu nantinya bernama CAFD atau Cooperated Activities in the Field of
Defence.

Selain kerjasama bidang pertahanan, Indonesia dan Australia juga meningkatkan kerjasama berupa saling mengawasi jalur-jalur laut yang selama in menjadi lintasan para imigran gelap maupun kegiatan penyelundupan manusia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×