kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Indonesia dan Australia Garap MoU Kerjasama Pertahanan Menyeluruh


Senin, 26 Oktober 2009 / 17:17 WIB


Reporter: Hans Henricus | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Indonesia dan Australia makin mempererat jalinan kerjasama pertahanan. Jalinan ini akan dituangkan dalam sebuah nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU).

Menurut Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, pihak Australia ingin meningkatkan kerjasama pertahanan dengan Indonesia. "Tentu akan dituangkan di dalam draft yang sedang dibuat antara masing-masing Departemen Pertahanan," ujar Purnomo usai bertemu Menteri Pertahanan Australia, John Faulkner, di Departemen Pertahanan, Jakarta, Senin (26/10).

Purnomo menjelaskan, peningkatan kerjasama pertahanan itu merupakan amanah dari perjanjian Lombok atau Lombok Treaty yang telah diteken 13 November 2006 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan Perdana Menteri Australia kala itu, John Howard. "Kami akan tindaklanjuti sebagai bentuk rencana aksi Lombok Treaty," ujar Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral itu.

Yang jelas, saat ini, Departemen Pertahanan Indonesia dan Australia sedang menggodok MoU kerjasama pertahanan secara menyeluruh. MoU itu nantinya bernama CAFD atau Cooperated Activities in the Field of
Defence.

Selain kerjasama bidang pertahanan, Indonesia dan Australia juga meningkatkan kerjasama berupa saling mengawasi jalur-jalur laut yang selama in menjadi lintasan para imigran gelap maupun kegiatan penyelundupan manusia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×