kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

4 jurus dari SBY untuk mengendalikan inflasi


Rabu, 16 Mei 2012 / 17:27 WIB
ILUSTRASI. Petugas memeriksa alat berat milik PT United Tractors Tbk (UNTR). KONTAN/Cheppy A. Muchlis/25/04/2016


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Pemerintah berusaha keras untuk mengendalikan laju inflasi. Pasalnya, inflasi bisa menjadi musuh utama dalam pertumbuhan ekonomi. Laju inflasi harus terkendali agar tidak berdampak buruk bagi kemampuan daya beli masyarakat.

Hal ini disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) III Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) 2012, di Hotel Grand Sahid, Rabu (16/5).

Menurut SBY, penurunan daya beli, pemerintah baik pusat dan daerah harus aktif untuk mengendalikan laju inflasi tersebut. "Pengendalian inflasi tidak boleh diserahkan pada mekanisme pasar," tegas SBY.

Menurut SBY, ada empat langkah yang bisa diintervensi pemerintah untuk mengendalikan inflasi itu. Keempat langkah itu adalah:

  1. Menjamin pasokan dan permintaan produk pangan, guna menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.
  2. Perbaikan distribusi pasokan bahan pangan
  3. Perbaikan informasi harga jual pangan dari petani sampai ke pembeli.
  4. Mencegah aksi spekulan yang merusak harga.

Dari empat jurus untuk meredam inflasi ini, SBY mengomentari jurus yang keempat yang dinilai menjadi kegelisahan banyak negara di seluruh dunia. "Spekulan ini menjadi perkara tingkat global," terang SBY.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×