kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

4 jurus dari SBY untuk mengendalikan inflasi


Rabu, 16 Mei 2012 / 17:27 WIB
ILUSTRASI. Petugas memeriksa alat berat milik PT United Tractors Tbk (UNTR). KONTAN/Cheppy A. Muchlis/25/04/2016


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Pemerintah berusaha keras untuk mengendalikan laju inflasi. Pasalnya, inflasi bisa menjadi musuh utama dalam pertumbuhan ekonomi. Laju inflasi harus terkendali agar tidak berdampak buruk bagi kemampuan daya beli masyarakat.

Hal ini disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) III Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) 2012, di Hotel Grand Sahid, Rabu (16/5).

Menurut SBY, penurunan daya beli, pemerintah baik pusat dan daerah harus aktif untuk mengendalikan laju inflasi tersebut. "Pengendalian inflasi tidak boleh diserahkan pada mekanisme pasar," tegas SBY.

Menurut SBY, ada empat langkah yang bisa diintervensi pemerintah untuk mengendalikan inflasi itu. Keempat langkah itu adalah:

  1. Menjamin pasokan dan permintaan produk pangan, guna menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.
  2. Perbaikan distribusi pasokan bahan pangan
  3. Perbaikan informasi harga jual pangan dari petani sampai ke pembeli.
  4. Mencegah aksi spekulan yang merusak harga.

Dari empat jurus untuk meredam inflasi ini, SBY mengomentari jurus yang keempat yang dinilai menjadi kegelisahan banyak negara di seluruh dunia. "Spekulan ini menjadi perkara tingkat global," terang SBY.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×