kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Pengumuman kebijakan penghematan nasional diundur


Rabu, 16 Mei 2012 / 14:40 WIB
ILUSTRASI. Daun sirih


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Kebijakan penghematan nasional masih simpang siur. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik mengatakan, pengumuman kebijakan itu yang sedianya pada 23 Mei mendatang batal dilakukan.

Jero Wacik mengatakan, kemungkinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan mengumumkan pada 28 Mei mendatang. "Waktunya masih kami cari. Pak presiden jadwalnya penuh jadinya tanggal 28 kali, tetap bulan Mei," kata Menteri Energi Sumber Daya Mineral, Jero Wacik, Rabu (16/5).

Menurut Jero, pengunduran itu lantaran kesibukan SBY menjalankan tugas kenegaraan dan pemerintahan. "Jadwalnya penuh sekali, ada Timur Leste dan lainya," katanya.

Meski demikian, Jero berharap pengumuman tetap dilaksanakan pada Mei 2012 ini. Supaya rencana pelaksanaan kebijakan pengematan energi tetap berjalan 1 Juni sesuai rencana.

Setidaknya ada lima kebijakan penghematan energi yang bakal digulirkan pemerintah, yakni:

1. Seluruh kendaraan operasional Pemerintah dan BUMN harus menggunakan BBM non subsidi;
2. Usaha perkebunan dan pertambangan dilarang menggunakan BBM bersubsidi;
3. Mempercepat program konversi BBM ke Bahan Bakar Gas (BBG), yang akan dimulai di Pulau Jawa;
4. Melarang PLN membangun pembangkit listrik baru berbasis BBM, dan menggantikan yang ada dengan non BBM;
5. Kampanye dan gerakan hemat energi secara masif, dimulai dari gedung-gedung dan rumah dinas pemerintah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×