kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45790,50   -3,71   -0.47%
  • EMAS995.000 -1,19%
  • RD.SAHAM 0.22%
  • RD.CAMPURAN 0.09%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.23%

3 Bulan berturut deflasi, apa yang akan dilakukan pemerintah?


Jumat, 02 Oktober 2020 / 05:45 WIB
3 Bulan berturut deflasi, apa yang akan dilakukan pemerintah?

Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat  di bulan Septemer 2020 terjadi deflasi 0,05%. Ini dalam tiga bulan berturut deflasi terjadi.

Kendati demikian, pemerintah belum mengambil langkah baru untuk memulihkan daya beli masyarakat. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu Nathan hanya menyampaikan kondisi deflasi tiga bulan berturut-turut menunjukkan jumlah permintaan belum tumbuh optimal.

Menurutnya, jumlah permintaan belum bertumbuh seperti yang diharapkan sebab pertumbuhan ekonomi masih berada di jalur negatif. “Tentunya ini menjadi sinyal bagi pemerintah, interpretasinya bahwa sisi permintaan masih belum pulih. Sepanjang pertumbuhan ekonomi masih negatif, biasanya inflasi akan rendah dan dalam konteks ini tiga bulan berturut turut terjadi deflasi,” kata Febrio dalam konferensi pers, Kamis (1/10).

Baca Juga: BPS: Deflasi 3 bulan berturut akibat daya beli masih lemah

Dalam hal stimulus fiskal, Kemenkeu sudah memberikan anggaran perlindungan sosial sebesar Rp 203,9 triliun di program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2020. Sampai dengan 28 September 2020 realisasinya mencapai Rp 150,86 triliun setara 73,84% dari total pagu.

Seiring berkembangnya dampak pandemi, program perlindungan sosial yang bertujuan untuk menjaga demand masyarakat mengalami perubahan. Pada akhir Agustus lalu pemerintah meluncurkan program subsidi gaji karyawan dan bantuan produktif untuk usaha mikro.

Sayangnya, program baru tersebut belum terespons oleh ekonomi dalam negeri, yang tercermin pada deflasi September sebesar 0,05%. Tidak memungkiri, Febrio mengatakan hal ini menjadi  tanda bagi pemerintah bahwa permintaan harus meningkatkan sisi permintaan. Namun memang sayangnya pemerintah belum punya ide baru.

Yang jelas, otoritas fiskal tetap berusaha untuk memaksimalkan penyaluran anggaran dari program-program perlindungan sosial yang sudah ada, meski belum tentu ampuh. “Jadi masih harus kami pastikan seperti perlinsos masih lanjut terus sampe akhir tahun dan sudah lumayan on schedule. Setiap bulan ada disbursement,” kata Febrio.

 

Selanjutnya: PMI turun lagi, deflasi Indonesia masih berlanjut

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×