kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

BPS: Deflasi 3 bulan berturut akibat daya beli masih lemah


Kamis, 01 Oktober 2020 / 15:18 WIB
Kepala BPS Suhariyanto di kantor BPS Pusat, Jakarta, Kamis (1/10/2020).


Reporter: Bidara Pink | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di sepanjang kuartal III-2020, Indeks Harga Konsumen (IHK) mencatat deflasi tiga bulan berturut-turut. Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS), deflasi berturut-turut dimulai pada bulan Juli 2020 sebesar 0,10% mom, Agustus sebesar 0,05% mom, dan teranyar September 2020 yang juga mencatat deflasi 0,05% mom.

Kepala BPS Suhariyanto mengingatkan, deflasi yang terjadi selama tiga bulan berturut-turut ini menandakan kalau daya beli masyarakat Indonesia masing sangat lemah.

“Ini perlu diwaspadai, karena dengan deflasi berturut-turut 3 bulan ini, artinya di kuartal III-2020, daya beli masyarakat masih sangat, sangat lemah,” tegas Suhariyanto, Kamis (1/10) via video conference.

Baca Juga: BPS: Pemulihan pariwisata akan tergantung pada penanganan kesehatan

Daya beli masyarakat yang lemah juga terbukti dari inflasi inti pada bulan laporan yang sebesar 1,86% yoy. Asal tahu saja, inflasi inti ini terus mengalami penurunan bahkan sejak bulan Maret 2020.

Daya beli melemah  lantaran kurva infeksi Covid-19 hingga kini masih belum melandai. Berbagai daerah pun mulai melakukan kebijakan untuk menghambat penularan Covid-19 lagi, seperti kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) lanjutan.

Karena terhambatnya aktivitas tersebut, menyebabkan sebagian masyarakat, terutama yang bekerja di sektor informal berkurang pendapatan bahkan kehilangan pekerjaan dan inilah yang menekan daya beli masyarakat.

Di satu sisi, BPS juga melihat deflasi pada September 2020 juga dipengaruhi sisi persediaan. Suhariyanto bilang, pasokan masih cukup. Ini pun tercermin dari beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga, seperti daging ayam, telur ayam, dan bawang merah.

Selanjutnya: Terjadi deflasi 0,05% mom pada bulan September 2020, ini penyebabnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×