kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

2,5 bulan, Jokowi-Ahok harus genjot infrastruktur


Kamis, 24 Juli 2014 / 19:07 WIB
ILUSTRASI. Kontan - J Trust Bank Kilas Online


Reporter: Risky Widia Puspitasari | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Gubernur DKI Jakarta sekaligus presiden terpilih, Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) masih memiliki 2,5 bulan untuk berduet memimpin Jakarta. Dalam waktu yang sempit itu beberapa program prioritas harus digenjot, seperti pembangunan infrastruktur jalan layang.

Selain itu, penyelesaian enam ruas jalan tol dalam kota juga harus dilakukan. Pengamat perkotaan dari Universitas Trisakti Yayat Supriyatna mengatakan, percepatan pembangunan infrastruktur menjadi sangat penting. "Percepat saja tol akses ke pelabuhan," katanya kepada KONTAN, Kamis (24/7).

Menurutnya, saat ini banyak pembangunan infrastruktur banyak yang menggantung. Sehingga kemacetan semakin bertambah dalam 2-3 tahun ini. Ditambah pelaksanaan pembangunan kereta massal cepat (MRT) di tengah kota, akan menjadi beban jalanan ibu kota. Dia berharap penerapan elektronic road pricing (ERP) bisa sedikit mengatasi kemacetan.

Sementara soal kinerja aparatur pemerintah daerah, Yayat belum yakin ketegasan Ahok memiliki pengaruh besar. Sebab walau sudah banyak sanksi tegas, namun ternyata tak lantas membuat mereka bekerja lebih efektif. "Itu karena faktor budaya, mereka tidak berani membuat perubahan karena takut kena sanksi," ujarnya. 
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×