kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Ahok: Hidup di Jakarta tidak boleh seenaknya


Senin, 21 Juli 2014 / 12:41 WIB
ILUSTRASI. Cek Jadwal SIM Keliling Bekasi & Tangsel Hari Ini (16/2), Perpanjang SIM Tanpa Antri


Sumber: Kompas.com | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengingatkan para pemudik agar tidak membawa pendatang baru ke Jakarta. Namun, jika pendatang baru itu ingin menetap dan bekerja, ia mengizinkan.

Dengan syarat, mengurus Surat Keterangan Pindah dan Surat Keterangan Catatan Kepolisian. Tak lupa, mengurus pelaporan kepada RT/RW dan kelurahan setempat.

"Hidup di Jakarta itu tidak boleh seenaknya, harus mau mematuhi peraturan yang ada," kata pria yang akrab disapa Ahok itu, saat menjadi Pembina Upacara dalam Apel Siaga Arus Mudik dan Arus Balik Idul Fitri 1435 Hijriah di Silang Selatan Monas, Jakarta, Senin (21/7).

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LDFE UI) pada Mei 2014 terhadap penduduk DKI, diprediksi, pada Lebaran tahun ini, sebanyak 3.616.774 warga akan melakukan mudik. Jumlah itu merupakan 36,21 persen dari total penduduk DKI sebanyak 9.988.329 orang. (Kurnia Sari Aziza)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×