kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Ahok minta PNS DKI mudik naik kereta


Kamis, 17 Juli 2014 / 16:28 WIB
ILUSTRASI. Kemenkeu mencatatkan perolehan penjualan SBR012 sebesar Rp 22,18 triliun.


Sumber: Kompas.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama memperingatkan pegawai negeri sipil (PNS) di jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar tidak menggunakan kendaraan dinas untuk mudik Lebaran.

Kata dia, selain menyalahi aturan, larangan tersebut juga berlaku karena adanya surat peringatan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Enggak usah bawa mobil dinas lah. Karena memang tidak boleh, ada surat dari KPK," kata Ahok, di Balaikota Jakarta, Kamis (17/7).

Karena itu, Ahok menyarankan agar para PNS memesan tiket angkutan umum sejak jauh-jauh hari. Kalaupun tiket sudah tidak tersedia, ia meminta agar PNS menyewa kendaraan roda empat.

"Naik kereta saja. (Kalau tiket habis) ya sewa saja lah," ujar mantan Bupati Belitung Timur itu.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi telah memperingatkan bahwa memanfaatkan barang milik negara untuk kepentingan pribadi bisa dikategorikan dalam tindak korupsi, termasuk di dalamnya penggunaan mobil dinas untuk mudik. (Alsadad Rudi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×