kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

10 investor besar AS siap tanam investasi di RI


Selasa, 13 Januari 2015 / 14:28 WIB
10 investor besar AS siap tanam investasi di RI
Keindahan Pulau Wayag yang merupakan salah satu ikon di destinasi wisata Raja Ampat, Papua. (dok. Freepik/Wirestock)


Reporter: Agus Triyono | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Sepuluh investor besar asal Amerika Serikat (AS) tertarik untuk menanamkan modal mereka untuk mengembangkan sektor kemaritiman di Indonesia. Kesepuluh investor itu pun datang menemui Indroyono Soesilo, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman. Mereka di antaranya adalah; General Electric, Caterpillar, Cargill, dan Google.

Dengan ditemani oleh Robert Blake, Duta Besar AS untuk Indonesia mereka menanyakan proyek dan investasi apa saja yang mereka bisa lakukan untuk mengembangkan sektor maritim Indonesia. Blake mengatakan, upaya penjajakan yang dilakukan oleh perusahaan Amerika tersebut dilakukan karena Amerika ingin membantu Indonesia.

"Sepuluh perusahaan yang kami bawa sepuluh tahun terakhir ini investasinya mencapai US$ 60 miliar, kami tidak main- main. Akan kami pelajari dan mudah-mudahan investasi yang telah dijalankan kemarin bisa menjadi awal yang baik untuk dilanjutkan," kata Blake, Selasa (13/1).

Indroyono mengatakan, dari dialog singkat yang dilakukannya dengan pengusaha Amerika tersebut diketahui bahwa perusahaan tersebut tertarik untuk berinvestasi di beberapa bidang yang akan dikembangkan Indonesia. Salah satunya di bidang pembangunan infrastruktur.

Sebagai catatan saja, Presiden Joko Widodo di masa pemerintahannya memang berencana menggeber pembangunan infrastruktur di dalam negeri secara besar-besaran. Di sektor maritim misalnya, Jokowi ingin membangun proyek tol laut guna mempercepat aliran arus barang dan orang yang selama ini masih berjalan lamban.

Ke dua, infrastruktur kelistrikan. Jokowi ingin di era pemerintahannya pembangkit listrik berkapasitas 35 ribu megawatt bisa dibangun. 

Indroyono mengatakan bahwa para pengusaha Amerika yang datang ke kantornya tersebut cukup tertarik untuk ikut serta dalam pembangunan infrastruktur tersebut.

"Khususnya di bidang pelabuhan, galangan kapal, software misalnya penggunaan Google untuk penanganan ilegal fishing dan pengembangan radar pelabuhan, mereka tertarik," katanya.

Meskipun demikian, Indroyono mengatakan bahwa untuk benar-benar merealisasikan keinginan investasi mereka, investor Amerika tersebut masih menunggu realisasi perbaikan proses perizinan investasi di Indonesia.

Mereka masih menunggu hasil upaya penyatuan pengurusan izin investasi di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang rencananya akan dilakukan akhir bulan Januari ini. "Mereka nunggu perbaikan yang kami tadi sudah inventarisasi," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×