NASIONAL
Berita
Sekretaris Kemendikbud ditantang sebutkan nama

Korupsi di Kemendikbud

Sekretaris Kemendikbud ditantang sebutkan nama


Telah dibaca sebanyak 777 kali

JAKARTA. Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Jefri Riwu Kore merasa kesal dengan pernyataan Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional Haris Iskandar yang mengatakan bahwa hampir seluruh anggota Komisi X DPR menitipkan proyek universitas kepada pemerintah.

Jefri mengaku keberatan dengan pernyataan tersebut. Menurut politisi Partai Demokrat itu, Haris Iskandar harus menunjukkan bukti dan menyebutkan nama wakil rakyat, khususnya anggota Komisi X DPR yang suka menitipkan proyek seperti yang dituduhkannya.

"Kalau berani, tunjukkan bukti dan sebut nama siapa di Komisi X yang titip proyek," kata Jefri melalui pesan singkat kepada wartawan pada Kamis (18/10).

Jefri mengatakan, Komisi X mengawal penuh semua kegiatan Kemendiknas. Dan ia menegaskan, tidak ada anggota Komisi X yang terlibat dalam hal yang dituduhkan Haris tersebut. Dikatakan Jefri, dirinya secara pribadi tidak pernah terlibat dalam proyek-proyek pemerintah yang diajukan ke DPR. 

Menurutnya, jika memang ada anggota DPR yang menitipkan proyek, maka harus ditolak dengan tegas dan tanpa ragu. Sebab, hal itu merupakan hak Kemendiknas dan bukan hak anggota dewan. "Anggota dewan berhak mengawasi semua program berjalan baik sesuai kebutuhan masyarakat dan tidak melanggar peraturan dan perundangan yang ada," ucap Jefri. 

Sebelumnya, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional Haris Iskandar yang mengatakan, hampir seluruh anggota komisi X DPR menitipkan proyek universitas kepada pemerintah. "Yang bilang (nitip) banyak, tapi semuanya diusulkan," kata Haris saat bersaksi dalam persidangan kasus dugaan penerimaan suap kepengurusan anggaran di Kementerian Pendidikan Nasional serta Kementerian Pemuda dan Olahraga dengan terdakwa Angelina Patricia Pinkan Sondakh, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (18/10).

Telah dibaca sebanyak 777 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Bisnis properti tiarap dulu

    +

    Industri properti menyambut 2014 dengan pesimistis.

    Baca lebih detail..

  • Mobil baru bermunculan kendati pasar stagnan

    +

    Pelemahan ekonomi membuat pasar otomotif tak melaju cepat.

    Baca lebih detail..