kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Presiden Jokowi ingin jurusan SMK ditambah


Jumat, 28 Juli 2017 / 12:10 WIB
Presiden Jokowi ingin jurusan SMK ditambah


Reporter: Eldo Christoffel Rafael | Editor: Rizki Caturini

CIKARANG. Demi bisa bertahan di persaingan global diperlukan adanya pembangunan infrastruktur. Tahapan besar kedua adalah pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang bisa mulai sekarang lewat pendidikan vokasi.

Presiden Joko Widodo menyampaikan pada Peluncuran Program Pendidikan Vokasi Industri untuk wilayah Jawa Barat di Cikarang, Bekasi, mengatakan, penting untuk adanya link and match antara industri dan SMK. Oleh karena itu pendidikan vokasi perlu dikembangkan lagi.

"Saya sudah sampaiikan ke Menteri Kemendikbud bahwa siswa SMK di Indonesia terjebak kurikulum lama. Perlu ada jurusan yang lebih fleksibel seperti jurusan pengelasan, konstruksi, baja, bahkan spesialisis meme," ujar Jokowi, Jumat (28/7).

Presiden ingin BUMN dan perusahan swasta mau kerja sama dengan SMK dan pondok pesantren. Diharapkan pada tahun 2050 sumber daya manusia yang baik maka Indonesia menjadi negara keempat terkuat ekonomi. "Asal tak ada turbulensi politik kita bisa," kata Jokowi.

Apalagi sumber daya alam menurutnya sudah dimiliki Indonesia. Namun diharapkan masyarakat tidak dimanjakan akan adanya sumber daya alam tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×