kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.304
  • LQ451.124,28   -7,91   -0.70%
  • SUN105,38 -0,17%
  • EMAS590.870 0,52%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Lapangan kerja, masalah utama kegiatan dunia usaha

Selasa, 10 Oktober 2017 / 22:28 WIB

Lapangan kerja, masalah utama kegiatan dunia usaha

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani melihat, lapangan pekerjaan menjadi persoalan utama perlemahan daya beli masyarakat. Hal ini pada akhirnya juga menjadikan kegiatan dunia usaha di enam bulan kedua di tahun ini melambat.

Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) kuartal ketiga yang dilakukan Bank Indonesia (BI) menunjukkan, nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kegiatan usaha pada periode Juli-September 2017 sebesar 14,32%, lebih rendah dari kuartal kedua 2017 yang sebesar 17,36%. Bahkan, SBT di kuartal keempat diperkirakan jauh lebih lambat, hanya 7,63%.

Hariyadi mengatakan, tren jumlah lapangan pekerjaan terus menurun. Periode pemerintahan sebelumnya, jumlah lapangan kerja cukup baik karena ditopang oleh kenaikan harga komoditas.

Saat ini lanjut dia, harga batubara mulai naik. Akan tetapi ia meragukan kenaikan itu bisa mengkompensasi pelemahan daya beli yang terjadi saat ini. Apalagi masyarakat kelas atas juga masih menahan belanjanya.

Hariyadi juga mengakui bahwa kegiatan investasi berjalan lebih baik dibanding kegiatan usaha. Namun, investasi yang masuk lebih banyak investasi padat modal. Akibatnya, penyerapan tenaga kerja rendah.

"Artinya investasi masuk, tetapi tidak berdampak pada penyebaran distribusi pendapatan. Ini menjadi masalah. PMA masuk, harusnya uangnya muter ke masyarakat," kata Hariyadi kepada KONTAN, Selasa (10/10).

Di sisi lain, pemerintah juga masih bermasalah dengan penerimaan negara. Dengan demikian, konsumsi pemerintah juga belum bia diharapkan untuk mendongkrak kegiatan usaha saat ini.

"Jadi tantangan juga menghadapi situasi seperti ini," tambahnya.

Pihaknya berharap pemerintah lebih memperhatikan dan fokus pada persoalan penciptaan lapangan pekerjaan. Sebab jumlahnya terus menyusut dan tidak mudah mencari lapangan pekerjaan lain dalam waktu yang singkat.

"Kalau persoalan employment bagus, penyebaran income merata. Dan kita tidak bagus juga bergantung pada kelas atas. Mereka belinya apa? Kalau belinya di luar negeri percuma juga. Jadi pemerataan pendapatan itu penting," ujarnya.


Reporter Adinda Ade Mustami
Editor : Sanny Cicilia

BANK INDONESIA / BI

Join the discussions
TERBARU
MARKET
IHSG
-19,84
6.615,49
-0.30%
 
US/IDR
13.321
0,02
 
KONTAN TV
Hotel Santika Premiere Slipi - Jakarta
26 February 2018 - 27 February 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy