kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Kecil Indonesia keluar dari middle income trap


Kamis, 07 Desember 2017 / 17:17 WIB
Kecil Indonesia keluar dari middle income trap


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Faisal Basri mengatakan Indonesia kemungkinan besar akan terjebak sebagai negara berpenghasilan menengah (middle income trap). Hal itu akan terjadi, jika ekonomi Indonesia hanya berjalan seperti biasanya (business as usual).

Menurut Faisal, jika ekonomi Indonesia berjalan business as usual, kemungkinan untuk keluar dari middle income trap hanya sebesar 18%. "Artinya kemungkinan besar kita akan gagal," kata Faisal di Hotel Aryaduta, Kamis (7/12).

Oleh karena itu menurutnya, ada tiga hal yang menjadi prioritas untuk mendorong Indonesia menjadi negara maju dan sejahtera. Pertama, peranan industri berbasis teknologi tinggi dalam total ekspor.

"Faktor yang paling menentukan Argentina dan Chili adalah peranan industri berbasis teknologi tinggi terhadap ekspor. Sementara teknologi kita ketinggalan sekali," tambah dia.

Kedua, peranan porsi masyarakat pekerja yang menempuh pendidikan lanjutan. Sebab saat ini, 60% pekerja di Indonesia masih berpendidikan SMP ke bawah.

Ketiga, harmoni yang datang dari kondisi ekonomi yang lebih merata. Sebab lanjut dia, 1% orang kaya di Indonesia menguasai 47% ekonomi nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×