kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Kasus positif harian corona di Indonesia melonjak jadi 2.657, Jokowi: Ini lampu merah


Kamis, 09 Juli 2020 / 18:50 WIB
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo (kanan)


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tambahan kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia kembali mencatat rekor. Pada data Rabu (8/7) hingga Kamis (9/7) pukul 12.00 WIB, pasien positif Covid-19 bertambah sebanyak 2.657 kasus. Sehingga total kasus saat ini mencapai 70.736 kasus.

"Perlu saya ingatkan ini sudah lampu merah lagi. Hari ini secara nasional kasus positif ini tinggi sekali hari ini 2.657," ujar Jokowi saat meninjau penanganan Covid-19 di Kalimantan Tengah, Kamis (9/7).

Jokowi mengingatkan penanganan Covid-19 di Indonesia bergantung besar pada pengendalian di daerah. Manajemen krisis harus dilakukan dengan tegas.

Baca Juga: Melonjak drastis, kasus positif corona di Indonesia Kamis (9/7) bertambah 2.657 orang

Oleh karena itu, Jokowi mengingatkan pentingnya rasa krisis untuk menangani Covid-19. Hal itu agar kerja yang dilakukan tidak berpatokan pada kerja biasa.

"Ini adalah krisis kesehatan tapi juga berimbas ke yang namanya krisis ekonomi," terang Jokowi.

Keduanya harus dikendalikan dengan seimbang tanpa mengorbankan salah satunya. Jokowi juga mengingatkan percepatan penyaluran bantuan sosial.

Termasuk juga dengan penyaluran stimulus bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sehingga dapat menggerakkan roda perekonomian. Jokowi juga kembali mengingatkan mengenai tahapan yang harus dilakukan dalam memasuki kebiasaan baru (new normal) kepada pemerintah Kalimantan Tengah.

"Ada prakondisi, conditioning dulu. Kedua timingnya, waktunya kapan mulai masuk ke new normal. Ini penting sekali tidak langsung ujug-ujug langsung diputusin masuk new normal, hati-hati mengenai ini. Ketiga prioritas sektor mana yang didahulukan," jelas Jokowi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×