: WIB    —   
indikator  I  

Ini penyebab konsumsi masyarakat masih tertahan

Ini penyebab konsumsi masyarakat masih tertahan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekonom Bank Permata Josua Pardede melihat masyarakat masih melihat sejumlah faktor di tahun depan, khususnya kebijakan pemerintah. Hal ini membuat porsi pendapatan masyarakat yang digunakan untuk konsumsi menurun dan porsi tabungan meningkat, meski optimisme masyarakat juga meningkat.

Josua bilang, masyarakat akan melihat kebijakan yang berhubungan dengan harga yang diatur pemerintah (administered prices), khususnya harga bahan bakar minyak (BBM). Sebab, harga minyak mentah juga cenderung meningkat.

Selain itu lanjut dia, masyarakat juga melihat adanya peningkatan harga-harga bahan makanan di tiga bulan ke depan seiring dengan curah hujan yang tinggi. "Sehingga ekspektasi inflasi ke depan tinggi atau meningkat," kata Josua kepada Kontan.co.id, Kamis (7/12).

Tak hanya itu, masyarakat juga masih menanti kenaikan gaji yang baru akan terjadi di tahun depan. "Hal itu membuat konsumen masih melihat apakah dari sisi pendapatan akan meningkat dibandingkan dengan biaya hidupnya. Artinya mereka masih wait and see. Mereka masih akan melanjutkan untuk menabung," tambah dia.

Ia berharap, konsumsi masyarakat kelas menengah atas akan meningkat sejalan dengan kebutuhan akhir tahun. Misalnya, untuk rekreasi di tahun baru.

Meski begitu, Josua memproyeksi pertumbuhan konsumsi rumah tangga tahun ini memang sulit menembus angka 5%. "Pemerintah harusnya konfirmasi lagi kebijakan-kebijakannya. Tahun depan kita harapkan konsumsi masyarakat bisa di atas 5%," ujar dia. 


Reporter Adinda Ade Mustami
Editor Yudho Winarto

DAYA BELI KONSUMEN

Feedback   ↑ x