NASIONAL
Berita
Hari ini Malaysia akan putuskan nasib Wilfrida

KASUS TKI DI MALAYSIA

Hari ini Malaysia akan putuskan nasib Wilfrida


Telah dibaca sebanyak 1076 kali
Hari ini Malaysia akan putuskan nasib Wilfrida

JAKARTA. Salah seorang tenaga kerja asal Indonesia (TKI) bernama Wilfrida terancam hukuman mati di Malaysia karena diduga melakukan pembunuhan berencana terhadap majikannya. Pada hari ini, Senin (30/9), Pengadilan Mahkamah Kota Bharu, Malaysia akan menjatuhkan putusan sela.

Ini merupakan sidang ke lima. Dalam putusan sela ini, akan dibacakan apakah hakim menerima tuntutan Jaksa dengan memakai Penal Code, pasal 302, pembunuhan berencana atau tidak. Bila hakim setuju dengan tuntutan Jaksa, yakni Wilfrida terbukti melakukan pembunuhan berencana terhadap majikannya, maka ia akan mendapat vonis hukuman gantung hingga mati.

Hal itu dikatakan Anggota Komisi IX DPR Rieke Diah Pitaloka dalam rilisnya, Minggu (29/9). Rieke menuturkan, ia telah tiba di Malaysia pada pukul 20.00 Waktu Malaysia kemarin. Ia bersama Duta Besar RI untuk Malaysia mengadakan pertemuan bersama orang tua Wilfrida, Rafitfizi Zaenal Abidin (Pengacara Wilfrida), Pastur Gregorius, Wakil Bupati Belu, Magdalena Wakil Ketua DPRD Belu,  Leri DPD RI dapil NTT, dan Kepala BNP2TKI Usman Hamid. "Kami berdoa bersama untuk persidangan putusan sela Wilfrida, besok 30 September 2013," tutur Rieke.

Menurut Rieke, apabila hakim menolak tuntutan Jaksa, maka artinya Wilfrida tidak terbukti lakukan pembunuhan berencana. Di sistem hukum Malaysia artinya Indonesia bisa memperjuangkan Wilfrida untuk meringankan hukumannya atau minimal hanya terkena Penal Code, pasal 304, pembunuhan tak berencana dengan vonis penjara seumur hidup. "Atau tentu harapan kita Wilfrida dibebaskan karena sebenarnya terbukti usianya di bawah umur," terang Rieke.

Karena itu, Bekas Calon Gubernur Jawa Barat tersebut memohon dukungan dan doa dari seluruh rakyat Indonesia. Ia menegaskan bahwa kasus Wilfrida bukan sekedar menyelamatkan nyawa seorang gadis miskin. Tapi ini soal keadilan dan soal kemanusiaan. Termasuk masalah harga diri bangsa. "Ini soal Indonesia, segala upaya harus diupayakan untuk selamatkan nyawa rakyat," imbuhnya.

Editor: Hendra Gunawan.
Telah dibaca sebanyak 1076 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Adu kuat APM lewat produk anyar

    +

    Di sektor otomotif, turunnya daya beli masyarakat sudah terasa sejak awal tahun ini.

    Baca lebih detail..

  • 2015, prinsipal otomotif tak pasang target muluk

    +

    Melempem. Satu kata ini bisa menggambarkan kondisi terkini industri otomotif tanah air.

    Baca lebih detail..

    A PHP Error was encountered

    Severity: Notice

    Message: Undefined variable: berita

    Filename: all_kanal/list_berita.php

    Line Number: 2

    A PHP Error was encountered

    Severity: Warning

    Message: Invalid argument supplied for foreach()

    Filename: all_kanal/list_berita.php

    Line Number: 2