NASIONAL
Berita
Gempa tektonik di Gunung Papandayan

GEMPA TEKTONIK

Gempa tektonik di Gunung Papandayan


Telah dibaca sebanyak 1188 kali
Gempa tektonik di Gunung Papandayan

BANDUNG. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, pada 1-5 Mei 2013 terekam 249 kali gempa tektonik lokal di Papandayan.

"Sebanyak 131 kali kejadian gempa vulkanik dangkal, 22 kali kejadian gempa vulkanik dalam, dan 10 kali kejadian gempa tektonik jauh. Itu didasarkan pada pemantauan dengan peralatan di atas dua stasiun seismik di Gunung Walirang dan Maung," kata Kepala PVMBG, Surono, di Bandung, Senin (6/4/2013).

Ia menuturkan, sebelumnya atau pada 1-30 April 2013, di Gunung Papandayan terekam 363 kali kejadian gempa vulkanik dangkal, 36 kali kejadian gempa vulkanik dalam, 28 kali kejadian gempa tektonik lokal dan 109 kali kejadian gempa tektonik jauh.

Ia mengatakan, terhitung sejak 5 Mei 2013 pihaknya menaikkan status Gunung Papandayan dari waspada menjadi siaga. Peningkatan status bukan untuk meramal kapan gunung itu akan meletus, melainkan untuk memperlihatkan aktivitas yang naik.

Selain itu, kata Surono, pada 13 Agustus 2011 pukul 04.00 WIB dinaikkan dari waspada level dua ke siaga level tiga.  "Lalu sejak 31 Januari 2013, pukul 15.00 WIB diturunkan dari siaga level tiga menjadi waspada level tiga," kata Surono. 

Kemudian, lanjut Surono, pada 5 Mei 2013 pukul 12.00 WIB status kegiatan dan Papandayan dinaikkan dari waspada menjadi siaga (level tiga).
"Lebih baik kami naikkan status siaga dan perbesar radius aman yakni dari satu kilometer menjadi dua kilometer, daripada kami ragu, sehingga lebih baik tidak terjadi letusan tapi masyarakat aman," kata Surono.



Kompas.com

Editor: Amal Ihsan
Sumber: Kompas.com
Telah dibaca sebanyak 1188 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • DJP minta caleg dan capres transparan data pajak

    +

    Pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan presiden baru sebentar lagi mewarnai tahun 2014

    Baca lebih detail..

  • Akbar Tandjung siap jadi cawapres Jokowi

    +

    Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung menyatakan siap maju sebagai bakal calon wakil presiden, termasuk berpasangan dengan Joko Widodo

    Baca lebih detail..