NASIONAL
Berita
Anjloknya rupiah bisa timbulkan krisis politik

DAMPAK ANJLOKNYA KURS RUPIAH

Anjloknya rupiah bisa timbulkan krisis politik


Telah dibaca sebanyak 2144 kali
Anjloknya rupiah bisa timbulkan krisis politik

JAKARTA. Anjloknya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS tidak boleh dianggap remeh karena justru bisa menimbulkan krisis politik dan bahkan bisa mempercepat digelarnya pemilu.

"Presiden SBY jangan meremehkan anjlognya rupiah yang terus merosot akhir-akhir ini. Kalau dibiarkan dan hanya sibuk pencitraan politik menjelang pemilu 2014, maka krisis rupiah tersebut bisa menjadi krisis politik, yang justru bisa mempercepat digelarnya pemilu," kata bekas Menko Perekonomian era pemerintahan Abdurrahman Wahid, Rizal Ramli dalam diskusi bertema “Perekonomian Indonesia dan Melemahnya Nilai Rupiah” di Komplek Gedung Parlemen, Jakarta, Jumat (30/8).

Rizal mengatakan, saat ini lagi krisis rupiah dan pemerintah harus mengakui jujur, jangan bohong, lalu mencari solusi. Kalau pemerintah sibuk melakukan pencitraan politik, ditambah dengan korupsi di lingkaran Istana dan menteri-menterinya, maka krisis politik itu tak bisa dihindari.

Rizal mengaku aneh karena dalam kondisi krisis pemerintah masih sempat membuat pertumbuhan ekonomi 6,3 %, padahal perekonomian sudah lampu kuning.

“Mengapa? Karena ekonomi kita sudah mengalami 4 defisit, yaitu defisit neraca perdagangan minus 6 miliar dollar AS, defisit transaksi berjalan minus 8 miliar dollar AS, defisit ekspor minus 27 miliar dollar AS, dan krisis kepercayaan. Kalau defisit devisa negara minus 5 miliar dollar AS, maka rupiah bisa kuat,” katanya.

Rizal mempertanyakan, kemana presiden SBY dan menteri-menterinya selama ini, apa sibuk konvensi.

“Kalau lemahnya rupiah ini dibiarkan, dan pemerintah tak melakukan tindakan apa pun, maka ekonomi kita bisa masuk lampu ‘merah’ dan krisis tinggal tunggu waktu,” ujarnya.(js)

Tribunnews.com

Editor: Amal Ihsan
Sumber: TRIBUNNEWS.COM
Telah dibaca sebanyak 2144 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Siap-siap, mobil murah tak lagi terjangkau

    +

    Harga mobil LCGC kemungkinan naik akibat inflasi dan pengurangan insentif.

    Baca lebih detail..

  • Adu gengsi produsen otomotif

    +

    Tren mobil baru di ajang Indonesia International Motor Show 2014.

    Baca lebih detail..