kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.803.000   30.000   1,08%
  • USD/IDR 17.754   15,00   0,08%
  • IDX 6.144   -17,60   -0,29%
  • KOMPAS100 812   -0,78   -0,10%
  • LQ45 624   3,25   0,52%
  • ISSI 216   -2,25   -1,03%
  • IDX30 357   2,37   0,67%
  • IDXHIDIV20 441   4,34   0,99%
  • IDX80 94   -0,01   -0,01%
  • IDXV30 122   0,15   0,12%
  • IDXQ30 116   1,00   0,88%

Menkeu: Utang swasta jangan libatkan pemerintah


Jumat, 30 Agustus 2013 / 14:57 WIB
ILUSTRASI. Mau Bikin Rencana Liburan? Cek Daftar Terbaru Hari Libur Nasional & Cuti Bersama 2022


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Utang luar negeri swasta yang jatuh tempo pada Semester II tahun ini akan turut memperburuk nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS). Meskipun demikian, Menteri Keuangan Chatib Basri ogah memikirkan utang swasta tersebut.

"Kalau utang swasta dengan swasta kan itu di antara mereka. Masa pemerintah yang ikut campur? Bagaimana caranya, kalau Anda ada utang sama tetangga, tetapi orang lain ikut campur," tutur Chatib di Istana Negara, Jumat (30/8).

Bagi Chatib, utang swasta sebaiknya diselesaikan sendiri di antara mereka tanpa harus melibatkan pemerintah.

Apalagi, saat ini pemerintah tengah fokus memperkuat pertahanan ekonomi akibat krisis global yang mulai merambat ke Indonesia. Selain itu, adanya rencana Bank Sentral Amerika yang akan mengambil kebijakan quantitative easing.

Berdasarkan catatan Bank Indonesia (BI) utang jatuh tempo Indonesia pada semester II 2013 mencapai US$ 27,78 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×