kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.085.000   40.000   1,31%
  • USD/IDR 16.809   26,00   0,15%
  • IDX 8.235   0,22   0,00%
  • KOMPAS100 1.156   -1,44   -0,12%
  • LQ45 834   -3,53   -0,42%
  • ISSI 293   0,28   0,09%
  • IDX30 440   -3,60   -0,81%
  • IDXHIDIV20 527   -6,48   -1,22%
  • IDX80 129   -0,27   -0,21%
  • IDXV30 143   -1,25   -0,87%
  • IDXQ30 141   -1,73   -1,21%

Zakat bisa jadi pengurang pajak


Selasa, 14 September 2010 / 13:54 WIB
Zakat bisa jadi pengurang pajak


Reporter: Martina Prianti | Editor: Edy Can

JAKARTA. Pemerintah menetapkan zakat bisa menjadi pengurang pajak. Ketentuan ini juga berlaku bagi sumbangan keagamaan yang wajib.

Hal ini tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2010 tentang zakat atau sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib dapat dikurangkan dari penghasilan bruto. Ketentuan ini sudah berlaku sejak 20 Agustus lalu.

Berdasarkan aturan yang diperoleh KONTAN, zakat atau sumbangan keagamaan itu bisa berupa uang atau barang yang disetarakan dengan uang. Syaratnya, zakat tersebut harus dibayarkan kepada badan amil zakat atau lembaga keagamaan. Bila tidak, fasilitas ini tidak berlaku.

Asal tahu saja, penerbitan Peraturan Pemerintah Nomot 60 Tahun 2010 merupakan aturan pelaksana dari Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan (PPh). Tujuannya, selain mendorong masyarakat dalam menunaikan kewajiban keagamaan juga untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi penghasilan wajib pajak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×