kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.799   -31,00   -0,18%
  • IDX 8.189   57,61   0,71%
  • KOMPAS100 1.156   9,88   0,86%
  • LQ45 834   4,43   0,53%
  • ISSI 291   2,88   1,00%
  • IDX30 432   1,30   0,30%
  • IDXHIDIV20 517   -1,40   -0,27%
  • IDX80 129   1,12   0,88%
  • IDXV30 141   -0,06   -0,04%
  • IDXQ30 140   -0,22   -0,16%

YLKI pertanyakan motif DPR membentuk pansus Jiwasraya


Senin, 13 Januari 2020 / 16:46 WIB
YLKI pertanyakan motif DPR membentuk pansus Jiwasraya
ILUSTRASI. Pejalan kaki melintas dekat logo perusahaan PT Asuransi Jiwasraya di Jakarta, Selasa (4/9).


Reporter: Vendi Yhulia Susanto | Editor: Noverius Laoli

Sebagaimana diketahui, saat ini Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tengah menyidik kasus korupsi Jiwasraya yang menyebabkan negara mengalami kerugian lebih dari Rp 13,7 Triliun.

Sehubungan dengan upaya penyidikan, BPK pun telah melakukan pencekalan mulai dari mantan Direktur Utama Jiwasraya, Hendrisman Rahim, Mantan Direktur Keuangan, Hary Prasetyo, Mantan Direksi Pemasaran, Dw Yong Adrian, hingga pelaku pasar modal yakni Heru Hidayat dan Benny Tjokrospautro.

Baca Juga: OJK: Pemenuhan modal minimum bank bisa dilakukan bertahap

Selain itu, BPK juga diketahui sedang membidik tindak tanduk General Manager Keuangan dan Produksi Jiwasraya, Syahmirwan dan Mantan Kepala Divisi Investasi Jiwasraya, Agustin Widhiastuti dalam dugaan korupsi ini.

Adapun mengenai skema pemulihan Jiwasraya, Pemerintah diketahui telah menyiapkan setidaknya tiga inisiatif yakni penjualan PT Jiwasraya Putra (anak perusahaan), menerbitkan obligasi subordinasi (subdebt) yang dapat dikonversi menjadi saham, dan membuat produk reasuransi dengan investor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×