kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.606.000   -27.000   -1,03%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

Yakini hanya perusahaan besar dan orang kaya penggerak ekonomi, ini pengakuan Luhut


Jumat, 26 Juni 2020 / 17:52 WIB
ILUSTRASI. Luhut Binsar Pandjaitan


Sumber: Kompas.com | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengakui, selama ini pemerintah hanya melihat golongan pengusaha kelas atas dan perusahaan-perusahaan besar sebagai penggerak perekonomian nasional.

Nyatanya, justru pelaku usaha mikro, kecil dan menengahlah (UMKM) yang menjadi penopang perekonomian nasional.

Hal ini dia sampaikan dalam launching virtual Gerakan Nasional Belanja Pengadaan Pemerintah untuk Usaha Mikro dan Usaha Kecil yang digagas oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP).

Baca Juga: Luhut beri izin Singapura investigasi WNI yang sebabkan kebakaran hutan

"Kita semua harus menunjukkan secara nyata keberpihakan UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Kita selalu melihat hanya orang-orang yang kaya, perusahaan-perusahaan yang besar," katanya dalam tayangan virtual di Youtube, Jumat (26/6/2020).

Padahal, lanjut Luhut, 40 juta lebih UMKM ini mempunyai rekening lebih dari 66 juta. Menurutnya, angka tersebut merupakan kekuatan yang luar biasa untuk memperkokoh perekonomian nasional.

"Jadi kalau Anda lihat ini, pelaku usaha kecil 44%, pelaku usaha non kecil 56%. Angka ini bukan angka kecil. Ingat, kita ini 75 persen atau lebih ekonomi kita ini didorong oleh domestic consumption," ucapnya.

Baca Juga: Jokowi melantik pejabat Legiun Veteran Republik Indonesia




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×