Reporter: Siti Masitoh | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID – MADINAH. Cuaca siang dan sore hari di Madinah yang mulai menembus 40 derajat Celsius atau lebih menjadi ancaman serius bagi kesehatan jemaah haji Indonesia. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026 mengingatkan jemaah untuk mewaspadai gejala awal heatstroke yang kerap diabaikan, terutama oleh jemaah lanjut usia dan mereka yang memiliki penyakit penyerta.
Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja Madinah PPIH 2026, Enny Nuryanti, menjelaskan heatstroke merupakan kondisi ketika suhu tubuh meningkat drastis akibat paparan panas berlebih, baik karena terik matahari maupun aktivitas fisik terlalu lama di luar ruangan.
“Dan dinyatakan heatstroke ini biasanya suhu tubuh itu mencapai 40 derajat celcius hingga lebih,” ujar Enny di Madinah, Senin (4/5).
Baca Juga: 85.404 Jemaah Haji Telah Tiba di Arab Saudi, Pergeseran Ke Makkah Terus Berjala
Menurutnya, banyak jemaah kerap mengabaikan gejala awal yang sebenarnya menjadi sinyal tubuh sedang mengalami tekanan panas berlebih. Gejala tersebut antara lain pusing, mual, muntah, tubuh terasa sangat panas, hingga pada kondisi berat dapat memicu kejang.
Jika gejala tersebut muncul, jemaah diminta segera mencari pertolongan medis di pos kesehatan terdekat atau berpindah ke tempat yang teduh. Pendinginan tubuh juga perlu segera dilakukan, misalnya dengan menyemprotkan air ke tubuh untuk membantu menurunkan suhu.
Enny mengingatkan suhu di Madinah kini mengalami kenaikan signifikan. Jika sebelumnya suhu siang hari berkisar 36 derajat celsius, kini telah mencapai 40 derajat celsius terutama pada siang hingga sore hari.
Kondisi ini menjadi peringatan serius bagi jemaah, khususnya lansia serta jemaah dengan komorbid seperti penyakit jantung dan diabetes.
Untuk mencegah heatstroke, jemaah diimbau memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum sedikit demi sedikit tanpa menunggu haus, idealnya sekitar 200 mililiter setiap jam. Bila diperlukan, cairan dapat ditambah oralit untuk menjaga keseimbangan elektrolit tubuh.
“Sempot-sempotkan air ke wajah atau permukaan tubuh yang terbuka,” ungkapnya.
Selain itu, jemaah disarankan mengenakan pakaian longgar agar sirkulasi udara tetap baik, rutin membasahi wajah atau bagian tubuh yang terbuka, serta membatasi aktivitas di luar ruangan pada siang hari.
Ia mengimbau jemaah haji melaksanakan salat zuhur dan asar di hotel untuk mengurangi paparan panas ekstrem. Sementara bagi jemaah yang telah tiba di Makkah dan hendak menunaikan umrah, ia menyarankan agar ibadah dilakukan pada malam hari ketika suhu udara lebih bersahabat.
Baca Juga: Inflasi Tahunan Melandai Menjadi 2,42% pada April 2026
“
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













