kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Wapres JK ajak pengusaha India tanam modal


Selasa, 03 November 2015 / 13:51 WIB


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) hari ini bertemu dengan sejumlah pengusaha asal India dan juga Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut JK menyampaikan bahwa seperti halnya India, Indonesia saat ini tengah berbenah agar semakin banyak investasi yang mengalir.

Sejumlah kebijakan untuk memperbaiki iklim berusaha sudah dikeluarkan, termasuk memangkas waktu izin investasi dan menyusutkan waktu bongkar muat barang di pelabuhan atau dwelling time.

"Itu hal penting yang perlu kita bicarakan bersama," ujar JK, Selasa (3/11) di Jakarta.

Lebih lanjut, JK mengatakan bahwa Indonesia dan India memiliki tujuan yang sama di bidang perdagangan, seperti meningkatkan pasar dan kapasitas produksi.

Oleh karenanya, Indonesia saat ini gencar menjalin kerjasama investasi dengan sesama negara berkembang, tak terkecuali India.

Nah, saat ini menurutnya merupakan waktu yang tepat untuk berinvestasi di Indonesia.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Wakil Presiden India Muhammad Hamid Anshari mengatakan bahwa India juga saat ini pihaknya sedang mendorong pembangunan di sektor energi.

Selain itu, negeri Bollywood juga sedang mengembangkan industri hilir batubara.

Hamid juga justru menawarkan pengusaha Indonesia untuk berinvestasi di sana.

"Saya mendorong perusahaan Indonesia mendalami peluang invesiasi di India," kata Hamid.

Investasi yang ditawarkan antara lain dalam pengembangan indusutri sektor manufaktur hilir seperti batubara, kelapa sawit dan karet.

Selama ini tiga komoditas itu memang diekspor Indonesia ke India dalam jumlah besar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×