kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.868.000   -20.000   -0,69%
  • USD/IDR 17.204   46,00   0,27%
  • IDX 7.637   15,50   0,20%
  • KOMPAS100 1.056   3,79   0,36%
  • LQ45 759   1,39   0,18%
  • ISSI 277   0,91   0,33%
  • IDX30 404   0,85   0,21%
  • IDXHIDIV20 491   2,42   0,50%
  • IDX80 118   0,40   0,34%
  • IDXV30 140   1,19   0,86%
  • IDXQ30 129   0,39   0,30%

Wamenhaj Tekankan Kesiapan Mental PPIH Jelang Haji 2026


Jumat, 17 April 2026 / 11:40 WIB
Wamenhaj Tekankan Kesiapan Mental PPIH Jelang Haji 2026
ILUSTRASI. Dahnil Anzar Simanjuntak (Dok/BPMI Setpres)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menekankan pentingnya kesiapan mental dan orientasi pelayanan bagi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan haji 1447 H/2026 M.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan, tugas petugas haji tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga bagian dari ibadah yang membutuhkan kesiapan fisik dan spiritual.

“Kita siap menyukseskan Haji 2026. Kesiapan mental menjadi penting, termasuk kemampuan mengelola emosi, agar kekuatan fisik yang kita miliki benar-benar ditopang oleh kekuatan rohani yang siap,” ujarnya saat memberikan arahan di Asrama Haji Pondok Gede, Jumat (17/4).

Ia mengingatkan seluruh petugas agar meniatkan tugas pelayanan sebagai bagian dari pengabdian.

Baca Juga: Survei BI: Rekrutmen Karyawan Melambat di Awal Tahun

“Niatkan pelepasan ini bahwa kita semua sedang menunaikan ibadah melalui peran sebagai petugas haji yang melayani jemaah agar mereka dapat menjalankan ibadah dengan baik. Ini adalah misi suci, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga, agama, dan bangsa,” tegasnya.

Sebanyak 360 PPIH Daerah Kerja (Daker) Madinah dan Bandara dijadwalkan berangkat menuju Bandara King Abdul Aziz, Jeddah. Dahnil menilai peran PPIH sangat krusial sebagai ujung tombak pelayanan jemaah.

“Banyak harapan yang dititipkan kepada kita. PPIH adalah ujung tombak kesuksesan. Jemaah kita adalah mereka yang telah memenuhi istithaah, yang berjuang dan berani mengupayakan diri agar bisa berhaji. Semangat spiritual jemaah Indonesia sangat luar biasa, dan itu adalah amanah yang harus kita jaga,” lanjutnya.

Ia juga menyoroti keberagaman profil jemaah haji Indonesia yang menuntut pelayanan lebih adaptif dan inklusif.

“Profil jemaah kita beragam. Karena itu, mari tunaikan layanan semaksimal mungkin kepada seluruh jemaah, tanpa membedakan latar belakang. Pastikan pelayanan kita sukses, sehingga penyelenggaraan haji tahun ini menjadi sejarah baru bagi Indonesia, dan kita menjadi bagian di dalamnya,” katanya.

Data Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menunjukkan mayoritas jemaah berasal dari kelompok usia produktif hingga lanjut usia, dengan latar belakang pekerjaan dan pendidikan yang beragam. 

Kondisi ini menuntut kesiapan layanan yang lebih responsif, terutama bagi jemaah lansia yang jumlahnya mencapai puluhan ribu orang.

Di akhir arahannya, Dahnil menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji yang akan bertugas.

“Terima kasih atas dharma bhakti saudara-saudara semua. Semoga Allah meridhai setiap langkah pengabdian kita,” pungkasnya.

Baca Juga: Hery Susanto Jadi Tersangka Kasus Tata Kelola Nikel, Ini Respon Pimpinan Ombdusman

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×